hukrim

Dugaan Korupsi Dana OMB, Lakmas NTT Sampaikan Poin Penting dan Minta Sementara Waktu Kapolres TTU di 'Parkir' 

Kamis, 4 Januari 2024 | 09:09 WIB
Direkrut Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, S.H (Jude Lorenzo Taolin)

Sehingga untuk seluruh wilayah Indonesia, anggota Polri yang masuk dalam operasi Mantap Brata itu hanya 434.197 personil. Dan di Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 115 personil. 

Belum hilang keterkejutan tentang adanya pemotongan hak anggota dalam Operasi Mantap Brata di Kota Kupang, sehingga kapolresnya dicopot dan menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, kata Viktor, publik kembali dikejutkan lagi dengan adanya surat terbuka anggota Polres TTU melalui media sosial dan diberitakan media lain tentang adanya pemotongan hak anggota Polres TTU dalam Operasi Mantap Brata.

Ia menambahkan, Personil Operasi Mantap Brata direkrut melalui sebuah perekrutan dengan anggota yang terbatas.

Maka, penjelasan Kapolres TTU, bahwa pengamanan OMB diperbantukan lagi kepada anggota Polsek dengan melakukan koordinasi dengan Kapolsek setempat dengan pertimbangan jauhnya jarak dari tempat tugas anggota operasi Mantab Brata, sehingga kemalaman pulangnya, telah menurunkan derajat dan pentingnya Operasi Mantap Brata yang digelar oleh Mabes Polri ini.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana OMB. Kapolres Timor Tengah Utara Sebut Sudah Tersalurkan Seluruhnya, Dibantah Anggota.

Sebelumnya diberitakan, Sebuah Akun Facebook dengan nama akun Falentinus menyampaikan Surat Terbuka yang cukup mengejutkan di Grup Facebook 
"TIMOR TENGAH UTARA (TTU)-BIINMAFFO."Bebas Berpendapat".

Akun Facebook ini menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI, Kapolri dan Kapolda NTT perihal dugaan penyaluran anggaran Operasi Mantap Brata.

Adapun bunyi surat terbuka dimaksud,
Yth. Presiden RI
Yth. Kapolri
Yth. Kapolda NTT

Mohon ijin bapak ini surat terbuka dari kami sebagai anggota Polri yang bertugas di wilayah perbatasan RI Timor Leste (Polres TTU) ingin menyampaikan bahwa dana pengamanan pemilu yang telah diberikan oleh negara kepada anggota Polres TTU tidak sesuai dengan yang ditandatangani.

Kami yang bertugas pengamanan di Polsek dan oos hanya diberikan uang sebesar 500.000 dan disampaikan kalau ada pemeriksaan harus jawab bilang sesuai dengan yang ditandatangani. Bagaimana Polri bisa maju kalau semua dana yang diberikan untuk haknya anggota dikebiri terus seperti ini.

Baca Juga: Oknum Anggota Polisi di Perbatasan RI - RDTL Curhat ke Medsos, Dugaan Korupsi Dana OMB dan DIPA T.A 2022 - 2023

Kami juga senang bahwa kemarin dengan adanya kejadian di Polresta kupang aktornya Kapolresta dicopot kami sangat bersyukur karena ternyata pimpinan Polri di tingkat atas masih baik dan mau memperhatikan anggota.

Oleh sebab itu kami juga ingin hal yang sama terjadi di Polres TTU. Kami pada saat menerima uang yang diberikan kami secara diam-diam telah merekam apa yang disampaikan dan kami juga merekam para perwira yang menyuruh kmi untuk mengamankan perintah sang Kapolres.

Mohon maaf bapak kami harus buat dengan cara seperti ini karena kalau kami langsung protes kami diancam mutasi keluar pulau sehingga kami mohon maaf.

Tujuan kami ini untuk Polri yang bekerja secara profesional dan transparan, apabila tidak ada tindak lanjut maka kami akan bersama-sama dengan seluruh elemen yang ada di Kabupaten TTU akan melaksanakan demo secara besar-besaran sehingga kami meminta bapak Kapolri dan Kapolda NTT untuk segera membetuk tim khusus untuk melaksanakan OTT di Polres TTU karena kami semua anggota sudah jenuh bapak.

Halaman:

Tags

Terkini