NTTHits.com, Kupang - Berlarut - larutnya penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) terhadap kasus MTN Rp50 miliar Bank NTT, wajib dikawal ketat oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Hal itu ditegaskan Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia), Gabriel Goa mengingat Gubernur Melkiades Laka Lena sebagai Pemegang Saham Kendali bersama - sama Pemegang Saham lainnya yakni 21 Bupati dan 1 Walikota se NTT dan Pemegang Saham lainnya.
"Kini waktunya semua berkolaborasi.yakni Rakyat NTT, Mahasiswa, Ormas/OKP, Tokoh - Tokoh Agama, Penggiat Anti Korupsi dan Pers baik di NTT maupun di Nasional untuk melakukan aksi nyata kawal penanganan kasus MTN Rp50 M yang dipetieskan bahkan diesbatukan di Kejati NTT", tandas Gabriel Goa kepada NTTHits. Com, Kamis, 15 Mei 2025.
Baca Juga: Gubernur NTT: Calon Direksi Bank NTT Tidak Bermasalah Moral dan Hukum
Mengawal dan berjuang melawan Kejahatan Korupsi berjamaah di NTT, KOMPAK Indonesia menyampaikan menyatakan sikap,
Pertama, mendesak Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena segera memanggil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT dan jajarannya memberikan penjelasan resmi kepada publik mengapa kasus MTN Rp50 miliar Bank NTT mengendap 5 (lima)tahun di Kejati NTT.
Kedua, mendesak DPRD memanggil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT dalam Rapat Dengar Pendapat terkait diesbatukannya kasus MTN Bank NTT Rp 50 miliar.
Ketiga, mendesak KPK melakukan Supervisi kepada Kajati NTT untuk segera memproses hukum kasus MTN Rp50 miliar.
Keempat, mendesak Jaksa Agung segera copot KAJATI dan ASPIDUS KejatI NTT yang diduga kuat petiskan bahkan esbatukan kasus MTN Rp50 miliar. (*)