NTTHits.com, Kefamenanu - Polemik pemotongan Dana Operasi Mantab Brata (OMB) 115 anggota oleh Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP. Mohammad Mukhson kembali mencuat dengan sebuah fakta baru.
Fakta baru itu memperkuat adanya pengaduan sebuah akun Facebook dengan nama Falentinus bahwa para anggota Polres terlibat PAM Pemilu diintimidasi oknum anggota Paminal Polda NTT saat menjalani pemeriksaan.
Terang - terangan Falentinus membeberkan data dugaan korupsi dana OMB oleh sang Kapolres, namun Kapolres menanggapi dengan mengatakan akun Falentinus adalah akun palsu.
"Itu akun palsu,", kata Kapolres Moh. Mukhson menjawab tuntutan massa pendemo dari PMKRI Cabang Kefamenanu, beberapa waktu lalu.
Janggalnya, meskipun dikatakan akun palsu namun informasi pemotongan hak anggota di media sosial tersebut, benar terjadi. Tidak hanya itu, selain kebenaran adanya pemotongan hak anggota terlibat OMB, pemilik akun Falentinus dalam surat terbukanya kepada Presiden RI, Kapolri dan Kapolda NTT juga menyinggung adanya dugaan intimidasi oknum Paminal Polda NTT yang ditugaskan Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H, M.A. mengusut Kasus Dugaan Korupsi Dana OMB oleh Kapolres TTU.
Akun Falentinus mengaku, salah satu anggota Paminal Polda NTT telah melakukan tindakan intimidasi kepada sejumlah anggota yang diperiksa untuk membuat surat pernyataan yang isinya mendukung kebijakan yang salah dari Kapolres Mohammad Mukhson.
"Ada dari Paminal Polda NTT yang turun ke Polres TTU, tetapi kami dituntut harus buat pernyataan", aku Falentinus dalam surat elektronik terbuka yang ditujukan ke Presiden, Kapolri dan Kapolda NTT.
Berikut bukti kutipan konsep surat yang diduga diintimidasi oknum anggota Paminal Polda NTT untuk dibuat anggota.
'Bahwa benar saya menerima uang sejumlah / sebesar Rp500.000,- sebesar 2 kali. Uang tersebut merupakan dana OMB tahap I dan II yang diberikan pada bulan November 2023 dan terakhir Desember 2023.
Bahwa kami menerima uang tersebut tanpa dilakukan aksi protes kepada bagian Ops maupun Kapolres.
Bahwa menurut kami kepemimpinan Kapolres TTU sudah bijak sehingga kami yang tidak terlibat pengamanan tetap diberikan dukungan anggaran.