Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Sasar Ibu Rumah Tangga dan UMKM

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Minggu, 29 Januari 2023 | 11:48 WIB
Rusunawa Marunda
Rusunawa Marunda

NTTHits.com, Jakarta - Meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan atas produk serta layanan sektor jasa keuangan, yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar kegiatan Edukasi Keuangan Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Ibu Rumah Tangga, di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda Jakarta.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI Kamrussamad dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi. Hadir juga pimpinan Industri Jasa Keuangan dari BRI, PT Pegadaian dan Bank DKI serta ratusan warga Rusunawa Marunda dan sekitarnya.

Baca Juga: Garuda Kupang Tolak Aliansi Mahasiswa Papua Afiliasi KKB OPM


Dalam kegiatan ini sejumlah pembicara dari OJK, BRI, Bank DKI dan PT Pegadaian menyampaikan sejumlah materi edukasi keuangan seperti perencanaan keuangan, Kredit Usaha Rakyat, Tabungan Emas dan materi waspada investasi serta pinjol ilegal.
Friderica dalam edukasi tersebut menyampaikan bahwa pemahaman produk dan layanan keuangan sangat diperlukan oleh masyarakat termasuk para pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga untuk meningkatkan usaha dan perekonomian keluarganya.


“Kesejahteraan keluarga ada di tangan ibu-ibu semua, karena ibu-ibu yang paling bijaksana mengelola keuangan. Jadi kalo ibu-ibunya cerdas keuangan, keluarga di Marunda makin sejahtera,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam rilis,  Minggu, 29 Januari 2023.

Baca Juga: Pemkot Kupang - Kemenkumham Atur Skema Pajak dan Retribusi Daerah Dalam Onminus Law


Dalam kesempatan itu, Friderica juga mengenalkan keberadaan mobil Simolek (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) OJK yang hadir di Rusun Marunda. Mobil Simolek yang bisa berkeliling ke pelosok-pelosok daerah diharapkan semakin meningkatkan literasi keuangan masyarakat.


Friderica juga mengharapkan dengan kegiatan edukasi keuangan ini masyarakat juga bisa mewaspadai penipuan berkedok investasi yang masih banyak mengincar masyarakat.
Edukasi keuangan juga diharapkan bisa semakin meningkatkan usaha para pelaku UMKM di Marunda.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak banyak yang punya UMKM. Setelah ini ibu-ibu bisa paham misal punya bisnis, bagaimana mendapat pendanaan dari bank. Gimana bisa pinjam dan bisa mengembalikan,” tambah Frederica.

Baca Juga: Megawati Sudah Kantongi Capres, Tunggu Momentum Diumumkan


Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI , Kamrussamad, dalam kesempatan itu mengharapkan kegiatan edukasi keuangan OJK bisa semakin memberikan keberpihakan kepada masyarakat yang masih seringkali terjebak pinjaman ilegal dan penipuan berkedok investasi.


“Tugas OJK melindungi konsumen termasuk masyarakat Indonesia di Marunda ini. Jangan sampai terjebak pinjaman online ilegal. Di DPR sudah menyetujui penambahan dana Rp460 triliun untuk KUR. Bunganya disubsidi dari 14 persen menjadi 6 persen per tahun,” kata Kamrussamad.


Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, indeks literasi dan inklusi keuangan perempuan di Indonesia telah mencapai 50,30 persen dan 83,88 persen. Untuk pertama kalinya, indeks literasi keuangan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dimana indeks literasi keuangan laki-laki sebesar 49,10 persen. Selain itu, tingkat literasi pengusaha/wiraswasta sebesar 56,99 persen dan tingkat inklusi sebesar 95,53 persen.

Baca Juga: Kegiatan Dunia Usaha di NTT Diprediksi Melambat di Awal 2023

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X