"Meningkatnya PMTDB sejalan dengan perbaikan realisasi belanja modal APBN Provinsi NTT dan realisasi anggaran PSN Bendungan yang melampaui target, serta proyek konstruksi swasta yang terus berlanjut di tengah persiapan ASEAN Summitdi Labuan Bajo," jelasnya.
Konsumsi Pemerintah yang meningkat didorong oleh peningkatan realisasi TKD dan penyaluran Dana Desa melalui program efisiensi penyaluran anggaran di tengah kebijakan Automatic Adjustmerit (AA) yang diberlakukan.
Sementara itu, lanjutnya, pertumbuhan positif kinerja Net Ekspor sejalan dengan peningkatan ekspor barang luar negeri yang meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya di tengah pembukaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain (Belu), Wini (TTU), dan Matamasin (Malaka) di Provinsi NTT.
Baca Juga: PPP Resmi Daftar ke KPU NTT, Sunaryo Notoprawiro Optimis Raih Kursi DPRD
Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan terus berlanjut pada tahun 2023 dalam menyongsong tahun politik 2024.
Pertumbuhan tersebut didorong berlanjutnya Program Tanam Jagung Fanen Sapi (TIPS) Pola Kemitraan dengan target panen mencapai 105 ribu Ha dan program Food Estate di berbagai daerah di Provinsi NTT, berlanjutnya pembangunan sejumlah PSN Bendungan (Bendungan Manikin, Bendungan Temef, Bendungan Mbay) dengan target penyelesaian pada tahun 2023 dan 2024.
Pelaksanaan ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo pada 9-11 Mei 2023, melandainya harga minyak dunia dan komoditas global lainnya di tengah berkurangnya tekanan disrupsi suplai.
"Berlanjutnya kebijakan otoritas terkait dalam hal restrukturisasi kredit pembiayaan dan pelonggaran ketentuan uang muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB/PKB) dan Loan-to-value (LTV)," pungkasnya.***