NTTHits.com, Kupang - Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023, menjadi wujud nyata dan bentuk komitmen Bank Indonesia (BI) menjadikan digitalisasi sistem pembayaran sebagai episentrum ekonomi keuangan digital Indonesia
"Kunci tumbuh dan berkembang adalah inovasi dan kepercayaan, inovasi dalam penyediaan sstem pembayaran berbasis digital serta keamanan dan perlindungan masyarakat,"kata Presiden RI, Joko Widodo, saat membuka FEKDI secara virtual, Senin, 8 Mei 2023.
Baca Juga: Besok, PKN Daftar Caleg ke KPU Kota Kupang
Indonesia dapat berperan sebagai pemain utama asia, potensi ekonomi untuk tumbuh sangat besar, dengan negara yang mempunyai jumlah star-up terbesar didunia. 400 starup dan penetrasi mencapai 76,8 persen, nilai ekonomi digital diprediksi dapat mencapai 130milliar US $ ditahun 2025 dan akan terus bertumbuh.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang menyatukan visi sejak tahun 2019, menjadi wujud nyata komitmen BI menjadikan ekosistem pembayaran digital menjadi episentrum ekonomi keuangan digital Indonesia.
Baca Juga: Ormas Laskar Lalong Tanah Dukung Sukseskan KTT Asean di Labuan Bajo
Deputi Bank Indonesia, Daniel Agus Prasetyo, dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan, untuk sistem digitalisasi memberi manfaat yang besar pada pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Telkomsel Siap Dukung Perhelatan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo-NTT
"Sistem digitalisasi memberi manfaat yang besar pada pertumbuhan ekonomi, ada banyak hal baik dan berbagai benefit kalau kita membangun ekosistem digital,"kata Daniel.
Di NTT, BI menargetkan dua hal penting terkait digitaliasi sistem keuangan yakni jumlah user atau pengguna QRIS dan volume atau jumlah transaksi, yakni pencapaian transaksi menggunakan QRIS. (*)