RUPS LB Bank NTT Diharapkan Pilih Direksi dan Komisaris Profesional, Bebas dari Praktik Kotor dan Kepentingan Politik

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 14 Mei 2025 | 13:36 WIB
Bank NTT. (Info Bank)
Bank NTT. (Info Bank)

NTTHits.com, YOGYAKARTA – Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT, suara publik dan pemegang saham makin nyaring menyerukan perubahan menyeluruh di tubuh manajemen bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut.

Harapannya satu: pemilihan direksi dan komisaris yang profesional, berintegritas, dan bebas dari rekam jejak bermasalah.

Salah satu Pemegang Saham Seri B Bank NTT, Amos Corputy, melalui sambungan telepon kepada media ini pada Rabu (14/05/2025), menegaskan pentingnya pembaruan total dalam jajaran direksi dan komisaris Bank NTT. Ia mendesak agar RUPS LB tidak lagi memberi tempat bagi nama-nama lama yang memiliki catatan buruk.

Baca Juga: KOMPAK Indonesia Desak Pemegang Saham Bank NTT Tolak Calon Direksi Bermasalah

"Saya harap yang dipilih seluruhnya orang baru, dari kalangan perbankan, dan tidak bermasalah. Mereka yang dulu punya persoalan, jangan lagi diberi jabatan. Ini demi masa depan bank ini," tegas Amos.

Amos juga mengingatkan Gubernur NTT Emuel Melkiades Laka Lena untuk menjauhkan intervensi politik dalam urusan Bank NTT. Ia menyarankan agar proses seleksi direksi dan komisaris murni diletakkan pada prinsip bisnis dan profesionalisme.

"Silakan Pak Melki urus bank ini dengan pendekatan bisnis, jangan dicampur aduk dengan politik. Pilih orang-orang yang benar-benar bisa dan mau bekerja demi kemajuan Bank NTT," tambahnya.

Baca Juga: RUPS Bank NTT Digelar 14 Mei, Gubernur: Siapa Saja Bisa Lamar Jadi Direksi dan Komisaris

Sorotan Tajam terhadap Proses Seleksi

Nada serupa disuarakan Gabriel Goa, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia. Ia mewanti-wanti bahwa RUPS LB kali ini akan menjadi ujian serius bagi integritas para pemegang saham dan proses seleksi.

Gabriel menilai, meski diklaim “terbuka dan transparan”, proses seleksi terkesan rawan diintervensi oleh kepentingan politik dan justru membuka ruang bagi figur bermasalah. Ia bahkan mengungkap bahwa sejumlah nama dalam bursa calon memiliki rekam jejak kasus korupsi, kredit macet, hingga dugaan asusila.

"Jika 'bandit berjas rapi' kembali dibiarkan masuk ke sistem, maka bukan hanya Bank NTT yang terancam, tapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan sistem perbankan daerah," tegas Gabriel.

Baca Juga: Gabriel Goa: Copot Pejabat Bermasalah, Selamatkan Bank NTT dari Korupsi Berjamaah

Ia juga menyoroti dugaan konflik kepentingan dalam tim assessor, di mana salah satu penilai disebut-sebut juga masuk sebagai kandidat komisaris. Hal ini menambah kecurigaan publik terhadap netralitas proses.

Desakan Publik: Jaga Bank NTT dari Kepentingan Balas Budi

Gabriel mendesak para pemegang saham – utamanya kepala daerah – untuk tidak menjadikan kursi direksi dan komisaris sebagai arena bagi politik balas budi. Ia mengingatkan bahwa Bank NTT adalah lembaga keuangan publik yang harus dijaga kredibilitas dan integritasnya.

"RUPS LB ini adalah ujian integritas. Jika gagal, maka Bank NTT tidak hanya kehilangan kepercayaan publik, tetapi juga legitimasi moral sebagai bank milik rakyat," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X