Juli 2024, NTT Alami Deflasi MtM 0,32persen, Ini Lima Komoditas Penyumbang

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 15:24 WIB
Kepala BPS NTT, Matamira Kale saat Jumpa Pers
Kepala BPS NTT, Matamira Kale saat Jumpa Pers

NTTHits.com, Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami Deflasi secara month to month (m-to-m) sebesar 0,32persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,35, dipengaruhi lima komoditas penyumbang.

"Bulan Juli 2024, NTT mengalami deflasi secara mtm sebesar 0,32persen, jadi deflasi pada bulan Juli ini merupakan deflasi ke lima selama tahun 2024,"kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B Kale, dalam Jumpa Pers, Kamis, 1 Agustus 2024.

Menurut dia, lima komoditas tertinggi pendorong deflasi yakni, bawang merah, tomat, kangkung cabe rawit serta bawang putih, dan tercatat selama tahun 2024, bulan Januari dan April, NTT berada di posisi inflasi sementara Pebruari Maret, Mei, Juni dan Juli terjadi deflasi dengan penyebab makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi 1,11persen, sementara rekreasi, olahraga dan  budaya sebesar 0,21persen.

Baca Juga: Rentan dan Berpotensi Korupsi, Ombudsman NTT Minta KPUD Wajib Bangun Zona Integritas

"Pada bulan Juli ini juga, hampir seluruh kota dan provinsi mengalami deflasi karena memang ada komoditas - komoditas harga yang bergejolak, produksinya tinggi,"tandas Matamira

Sementara inflasi NTT yoy 0,85persen, jika dibandingkan dengan kelompok pengeluaran adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, 0,63persen, diikuti penyedia makanan dan minuman atau restauran sebesar 4,18persen

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, diantaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,56 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,79 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17 persen.

Baca Juga: KPK RI Jembatani Proses Penyerahan P3D Pemkot dan Pemkab Kupang

Kesehatan sebesar 0,67 persen, kelompok transportasi sebesar 0,34 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,93 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 4,18 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,03 persen.

Untuk pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,18 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,70 persen.

Baca Juga: Geledah Rumah Mantan Kades Nainaban, Tim Penyidik Kejari TTU Berhasil Amankan 42 Dokumen Dugaan Korupsi Dana Desa

Data BPS NTT, wilayah inflasi yoy tertinggi terjadi di Maumere sebesar 1,90 persen dengan IHK sebesar 106,37 dan deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 1,25 persen dengan IHK sebesar 104,06.

"Untuk kota inflasi tertinggi NTT terjadi di Maumere sebesar 1,90persen dan deflasi terjadi di TTS sebesar 1,25persen,"tutup Matamira (*)

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X