Pemegang Saham Diminta Gelar RUPS LB Bank NTT

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 8 Februari 2023 | 10:08 WIB
Bank NTT
Bank NTT

NTTHits.com, Kupang - Pemegang saham seri B Bank NTT, Amos Corputty mengajak pemegang saham lainnya untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (LB) guna meminta pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris atas persoalan yang tejadi di bank tersebut.

Amos mengatakan pemegang saham seri A dan B harus menggelar RUPS Luar Biasa guna meminta pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris Bank NTT, dan cari tahu, apa yang sebenarnya terjadi.

"Kalau saya, yang tidak beres, bukan banknya, tapi manusia-manusia di dalam yang melaksanakan operasional bank yang tidak benar, melanggar aturan, tapi dibiarkan dan dipelihara. Itu yang saya tidak setuju. Jadi seharusnya dibersihkan," tegas Amos yang dilansir dari kanal you tube suarafaktahukum, Selasa, 7 Februari 2023.

Baca Juga: Amos Corputty: Banyak Virus di Bank NTT

Dia menilai yang terjadi saat ini, karena pengurusnya kurang bertanggungjawab, akan tugas dan tanggungjawab yang diberikan RUPS kepada mereka.

"Apalagi pengawas, ada 3 orang, yang tidak tahu fungsi mereka harus buat apa? Tidak mengawasi, tapi ikut bermain dalam kegiatan operasional. Ini yang jadi rusak," tegasnya.

Permintaan ini disampaikan terkait banyaknya persoalan di Bank NTT, termasuk tidak pernah menghargai karyawan di Bank tersebut, kesejahteraan tidak diperhatikan dan lainnya.

"Pegawai jangan dianggap sebagai musuh, karena pegawai itu aset dari perusahaan. Perusahaan maju mundurnya tergantung dari pegawai. Pemimpin itu hanya perintah, apakah mereka lakukan sesuai perintah atau tidak. Omong lain buat lain, pegawai dikuras, kesejahteraan tidak diperhatikan," katanya.

Baca Juga: Ekonomi NTT Tahun 2022 Tumbuh Sebesar 3,05 Persen

Dia mengatakan jika bank ini ingin menghasilkan laba yang banyak, maka harus ada keseimbangan, seperti kesejahteraan karyawan harus diperhatikan, maju bersama untuk kebaikan Bank NTT.

"Bagaimana perusahaan maju. Kalau mau maju, pengen laba yang banyak, maka harus ada keseimbangan, kesejahteraan karyawan harus diperhatikan, maju bersama untuk kebaikan Bank NTT. Jangan mereka mau maju sendiri," tandasnya.

"Karyawan Bank NTT adalah aset yang kerja siang malam, tidak pikir suami istri anak di rumah. Sudah begitu diancam-ancam lagi," kesalnya.

Gugatan Mantan Dirut
Terkait gugatan yang diajukan Mantan Dirut Bank NTT di PN Kupang, dan Mantan Kacab Kefamenanu, Edi Nagggus di Nakertrans, katanya, itubhak mereka untuk menggugat.

"Izhak Rihi, Edi Ngganggus punya hak untuk menggugat Bank NTT, tapi yang melaksanakan kegiatan bank adalah orang-orang itu. Bukan bank yang salah,," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X