NTTHits.com, Kupang - Pasca Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Khatolik, Stefanus Asat Gusma, menyambangi Kota Kupang dan beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka konsolidasi awam menjelang tahun politik 2024.
"Kebetulan untuk beberapa rangka kegiatan, pasca Rapimnas di Pekan Baru, saya memang diberi satu tanggung jawab untuk konsolidasi apalagi menjelang tahun politik,"kata Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Khatolik, Stefanus Asat Gusma, saat membuka kegiatan Open Turnamen Futsal, Senin, 24 Juli 2023.
Baca Juga: 48 Tim Futsal Ikut Open Turnamen Pemuda Khatolik Cup di Kupang
Konsolidasi awam sebagai bentuk motivasi, semangat dan menganimasi program-program nasional yang bisa di terapkan di daerah, dengan beberapa isu strategis yang diangkat Pemuda Khatolik, salah satunya soal isu kebangsaan menjelang tahun politik atau konsolidasi awam menuju tahun politik 2024.
Menurut dia, pemuda Khatolik berkeinginan secara organisasi, secara substansi juga bicara konsolidasi partisipasinya, bahkan dari awal tahun telah menyiapkan kader-kader untuk terlibat di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten/Kota dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota.
Baca Juga: Revisi Tata Ruang Wilayah, Kota Kupang Bakal Jadi Water Front City
Secara organiasi, Pemuda Khatolik juga komitmen mendukung para kader untuk maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) lintas partai, melalui dukungan jejaring organisasi yang ada dan struktur organisasi yang dapat dimaksimalkan dari tingkat pusat, provinsi, kota, kabupaten hingga kecamatan.
"Kita punya misi mempersembahkan kader kita untuk bangsa dan gereja lewat kompetisi politik, pemilu nanti,"tambah Stefanus.
Baca Juga: Revisi RTRW, Pj. Walikota Kupang Klaim Banyak Penyimpangan Aturan Tata Ruang
Selain itu, mewujudkan wadah keberagaman, Pemuda Khatolik secara nasional telah deklarasi Pemuda Negarawan Lintas Agama yang terdiri dari Ansor, Muhammadyah, Gamki,Prada, Khonghucu dan lain sebagainya sebagai contoh etalase pemuda yang berkontribusi dan berperan bukan sekedar seremonial namun memiliki tanggung jawab moril menjaga situasi kondusif, pemilu aman dan damai dan masyarakat bukan hanya objek namun tercerahkan dalam wacana dan pendidikan politik.(*)