Amankan Asean Summit di Labuan Bajo, Polda NTT Kerahkan 1.660 Personil

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 29 April 2023 | 17:48 WIB
Kapolda NTT saat memantau kesiapan pengamanan Asean Summit di Labuan Bajo
Kapolda NTT saat memantau kesiapan pengamanan Asean Summit di Labuan Bajo

Diperkirakan akan ada ribuan tamu hadir dari dalam dan luar negeri termasuk anggota TNI dan Polri yang melakukan pengamanan.

"Ada ribuan peserta dan aparat keamanan yakni Polri secara keseluruhan 2.267 dan ribuan anggota TNI, sehingga semua penginapan, home stay, kost sudah penuh. Rumah kosong dikontrakkan karena Labuan bajo menjadi salah satu destinasi wisata super prioritas dan harus menjadi tuan rumah yang baik," tandas Kapolda.

Polda NTT menerjunkan 1.660 personil merupakan bentuk kesiapan Polri dalam mendukung pengamanan KTT Asean agar mampu menghadapi berbagai macam ancaman yang terjadi. 

Baca Juga: Gemakan Rupiah, BI NTT Pecahkan Rekor MURI Tari Lufut Libatkan Ribuan Siswa

Untuk itu, selama 8 hari kedepan, Polda NTT akan melakukan operasi Komodo Turangga 2023 dari  6 hingga 13 Mei 2023.

Fokusnya adalah pengamanan dari awal dari bandara, rute yang dilalui dan pelaksanaan kegiatan. "Mudah- mudahan tidak ada penyusup dari dalam dan luar negeri," tandasnya.

Aparat juga mengantisipasi unjuk rasa dan serangan siber sehingga pelaksanaan Asean Summit berjalan dengan aman dan damai.

Pengamanan VVIP sendiri dilakukan oleh Paspampres di ring 1,  TNI di ring 2 dan Polri di ring 3. Khusus untuk pengamanan tamu VIP yakni tingkat menteri adalah tanggungjawab Polri sejak di bandara hingga usai kegiatan.

Baca Juga: Meresahkan, Warga di Kota Kupang Keluhkan Ternak Keliaran Rusaki Tanaman dan Pekarangan

Sebanyak 2.627 personil Polri yang mengamankan Asean Summit yakni Mabes Polri 967 orang, Polda NTT 1.660 orang dan 20 orang dari NTB.

Kapolda berpesan agar semua pihak menjaga kehormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. 

"Lakukan tindakan mitigasi dengan dialog dan pendekatan. Saya harapkan anggota untuk cermati potensi gangguan Kamtibmas. Seluruh peralatan yang digunakan agar dibawa karena polisi ditampung di aula dan ruang kelas," jelasnya.

Baca Juga: Meresahkan, Warga di Kota Kupang Keluhkan Ternak Keliaran Rusaki Tanaman dan Pekarangan

Anggota juga perlu membawa perlengkapan diri karena pengamanan selama 2 minggu. Jika ada gejolak maka Kapolda berpesan agar anggota menggunakan pendekatan humanis, tetapi harus tegas pada gangguan yang muncul. Selain itu, tingkatkan deteksi dini dan deteksi aksi.

"Hindari tindakan yang tidak simpatik serta arogan, jaga kesatuan dan persatuan. Perilaku harus mencerminkan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat," pintanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X