Penggiat literasi itu menegaskan, dirinya bersedia maju untuk menjadi pelayan bagi masyarakat Desa Oenbit.
“Saya bersedia maju sebagai calon Kepala Desa Oenbit bukan karena mau dapat kekuasaan atau jabatan. Kalau terpilih, saya hanya ingin menjadi pemimpin yang melayani,” tegasnya.
Ketika ditanya terkait visi dan misi, aktivis NTT itu mengatakan, semua yang ia susun berangkat dari persoalan - persoalan vital yang ada di tengah masyarakat.
“Selama tiga tahun lebih saya bikin pemetaan. Apa yang saya dengar, saya lihat, itu yang saya bawa dalam visi dan misi", kata Efry.
Selain itu, menurutnya, visi dan misi yang dibuat tidak terlepas dari berbagai potensi yang ada di Desa Oenbit.
Detail dari visi dan misinya, akan disampaikannya jika sudah ada penetapan calon oleh PPD dan dijadwalkan berkampanye.
"Pastinya bahwa Oenbit bisa berdaya saing", tutup Efry.
Baca Juga: Kejari TTU Sudah Kantongi Bukti Dugaan Pemerasan Ketua Araksi TTU, Charly Baker
Di waktu yang sama, Ketua Tim Pemenangan, Petrus Asa Neonbeni mengatakan, Efry dipilih dan diminta untuk maju sebagai calon Kades Oenbit karena dinilai mampu dan layak untuk menjadi seorang pemimpin.
“Kami pilih Efry setelah lakukan pemetaan kader pemimpin muda di Desa Oenbit dengan sejumlah kriteria. Akhirnya kita sepakat bahwa Efry sangat layak untuk kita usung,” ungkap Petrus dihadapan pendukung Efry.
Ia mengakui, proses untuk mencalonkan Efry sudah berlangsung sejak tahun 2020. Namun sempat tertunda karena terhambat pandemi Covid-19.
“Sudah tiga tahun kami bekerja dan pada 21 Maret kemarin, kami bersama seluruh massa pendukung resmi mendaftarkan Efry", kata Petrus Asa Neonbeni.
Pria yang akrab disapa Markus ini menegaskan, hadirnya Efry di kampung menjadi satu jawaban atas berbagai persoalan yang ada di Desa Oenbit.
“Kita butuh pemimpin muda yang kreatif dan inovatif, pemimpin yang visioner dan itu hanya ada dalam diri Herman Efriyanto Tanouf:, tandasnya diikuti riuh tepuk tangan pendukung Efry.