TNI AL Gelar Operasi Siaga Jaga Baruna di Perbatasan Timor Leste -Australia

photo author
- Senin, 20 Maret 2023 | 10:26 WIB

NTTHits.com, Kefamenanu - Dalam rangka pengamanan dan penegakkan kedaulatan laut, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Laut (AL) menggelar operasi di perbatasan  Timor Leste dan Australia.

Operasi tersebut yang dikenal dengan Operasi Siaga Jaga Baruna.

Dua hingga tiga kapal Perang Republik Indonesia (KRI) akan dikerahkan dalam Operasi itu.

Baca Juga: KASAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Dianugerahi Gelar Anak Kandung Biinmafo

Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, kepada awak media saat ditemui di sela - sela bakti sosial korban gempa di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (18/3/2023).

"Dua hingga tiga kapal Perang Republik Indonesia (KRI) akan dikerahkan dalam Operasi itu dan  tentunya akan dilihat juga dari luasan sektor operasi", jelas KSAL Laksamana Muhammad Ali.

Ia mengatakan bahwa operasi itu bekerja sama dengan Australia dan telah berjalan tiga tahun belakangan.

“Operasi Siaga Jaga Baruna ini bekerja sama dengan Australia dan sudah berjalan sekitar dua sampai tiga tahun,” kata Ali.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jaksa Kasasi Putusan Hakim yang Bebaskan Dua Polisi

Pada tahun ini, Operasi Siaga Jaga Baruna dimulai kembali dengan ditandai kedatangan Komandan Guskamla (Danguskamla) Koarmada II Laksamana Pertama (Laksma) Teguh Prasetya menggunakan KRI Multatuli - 561 di Dermaga Mako Lantamal VII, Kupang, NTT, Rabu (15/3/2023).

Dalam keterangan resmi Koarmada II, Operasi Siaga Jaga Baruna dilakukan untuk membantu dan mengawal nelayan - nelayan lokal dalam mencari ikan di wilayah perbatasan serta memberikan rasa aman terhadap para nelayan tersebut. Selain itu, demi tegaknya kedaulatan wilayah perairan Indonesia, terutama di perbatasan.

Salah satu kapal yang terlibat dalam operasi tersebut yaitu KRI Multatuli-561.

“Jadi, KRI Multatuli 561, yang kini sandar di Kupang, bersama KRI lainnya akan beroperasi selama 300 hari ke depan untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste," kata Komandan Lantamal VII Kupang Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna di Kupang, Rabu (15/3/2023), dikutip dari Antara.

Operasi itu, menurut dia, sebagai bagian dari memantau pergerakan nelayan asal NTT yang sering mencari ikan hingga menerobos masuk ke wilayah perairan Australia.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X