Tanggul Pengaman Ambruk, Ratusan Areal Persawahan Milik Warga Naiola Terancam Kikisan Longsor

photo author
- Minggu, 12 Maret 2023 | 14:48 WIB
Tanggul Pengaman Ambruk, Ratusan Areal Persawahan Milik Warga Naiola  (Jude Lorenzo Taolin)
Tanggul Pengaman Ambruk, Ratusan Areal Persawahan Milik Warga Naiola (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu -  Tanggul pengaman tebing yang dibangun Pemerintah Daerah Kabupaten  Timor Tengah Utara (TTU) di pinggir kali Noemuti, desa Naiola kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, sebagian besar telah  ambruk.

Tanggul pengaman tersebut merupakan tanggul yang  mengamankan ratusan areal persawahan di lokasi Klae yang terletak persis di pinggiran sungai Noemuti.

Pantauan media ini di lokasi tersebut beberapa waktu lalu, saat ini tanggul pengaman tersebut sebagian besar sudah ambruk terkikis air. Tersisa  beberapa meter saja yang masih kokoh berdiri.

Baca Juga: Polisi Amankan Komplotan Spesialis Pembobolan Gudang dan Toko di Manggarai Barat

Di bagian ujung nampak sudah dibangun bronjong namun bronjong tersebut sudah terancam roboh jika tidak segera ditangani.

Akibat ambruknya tembok tersebut, saat ini saluran irigasi yang baru dibangun Pemda TTU beberapa waktu lalu di lokasi tersebut juga ikut terancam terkikis longsor.

Agustinus Tnome, warga desa setempat mengaku sebelum tahun 2007, areal persawahan di lokasi Klae terancam kikisan longsor lantaran aliran air dari Kali Noemuti sudah masuk melintasi sawah milik masyarakat. Sehingga  Pemda TTU,  pada tahun 2007 membangun tanggul pengaman tersebut dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 700 juta lebih.

"Sesuai teknis untuk kemiringannya itu dari bibir atas (tanggul) dari helm kebawah itu 35 meter, jadi istilahnya kalau macam bangunan rumah itu ada skurnya itu," tuturnya.

Baca Juga: Ketum Araksi NTT, Alfred Baun Dikenakan Pasal 23 UU Tipikor. Begini  Penjelasan Kajari TTU.

Pasca dibangunnya tanggul tersebut, tambahnya, areal persawahan Klae dipastikan aman dari terjangan banjir bandang saat musim penghujan.

Namun sejak beberapa tahun lalu, tanggul pengaman tersebut mulai ambruk saat diterjang banjir.

Ia menduga hal tersebut diakibatkan tanah di bagian belakang yang selama ini berfungsi untuk menopang tanggul tersebut untuk terus berdiri kokoh sudah dikeruk habis oleh pemilik tanah menggunakan alat berat untuk selanjutnya dijadikan sawah.

Ia khawatir dengan ambruknya tanggul tersebut maka saat banjir bandang air akan kembali masuk melintasi areal persawahan masyarakat di lokasi Klae.

Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Dukung DPRD Gunakan Hak Angket Panggil Dirut Bank NTT

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X