NTTHits.com, Kupang — Dalam suasana santai namun penuh makna, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menggelar coffee morning bersama para wartawan, Kamis (8/5/2025), untuk memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahannya yang sedang berjalan menjelang 100 hari kerja.
Fokus Utama: Tekan Stunting Lewat Posyandu dan Pendampingan Keluarga
Gubernur Melki menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintahannya adalah menekan angka stunting di NTT. “Kami sudah latih kader Posyandu dengan 25 kemampuan dasar. Di Posyandu yang sudah dilatih ini, angka stunting harus turun,” tegasnya.
Strategi baru juga diterapkan: setiap rumah dengan anak stunting akan didampingi oleh satu orang khusus yang mengawasi pola makan, minum, dan perilaku kesehatan anak. “Ibu-ibu juga butuh dukungan dari bapak-bapak dalam penanganan stunting,” tambahnya.
Baca Juga: Gubernur NTT: Kelola Koperasi Merah Putih dengan Profesional, Wujudkan Ekonomi Desa yang Tangguh
Satu Desa, Satu Produk Unggulan
Pemprov NTT mendorong setiap desa untuk memiliki produk khas unggulan. “Setiap kabupaten/kota minimal harus punya dua produk yang sudah lolos uji BPOM. Target kita, dari 3.137 desa di NTT, masing-masing punya produk yang menjadi kekhasan daerah,” ujarnya.
Dukung Produk Lokal Lewat Gerai dan Aplikasi Digital
Untuk memperluas pasar, Pemprov telah membuka gerai khusus produk NTT di Bandara El Tari Kupang, Labuan Bajo, Pelabuhan Bolok dan Tenau, bahkan di mall seperti Lippo Plaza. “Kami akan luncurkan aplikasi khusus untuk jual beli produk NTT. Modelnya bisa dilihat langsung, dan bila tertarik, kontak langsung tersedia,” jelasnya.
Baca Juga: Gubernur NTT Resmikan Perluasan Uji Coba Telemedicine: Akses Layanan Kesehatan Kini Lebih Dekat
Akses Pendidikan Terbaik untuk Anak NTT
Pemerintah juga mendorong anak-anak NTT untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan dan kampus terbaik, baik di dalam maupun luar negeri. “Kami pastikan mereka mendapat bimbingan agar memilih jalur pendidikan dengan benar, termasuk ke Akpol, Akmil, dan sekolah kedinasan lainnya,” ujar Gubernur Melki.
Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Reformasi Birokrasi
Dalam upaya meningkatkan PAD, seluruh kontrak kerja dengan pihak ketiga akan direview agar sesuai nilai pasar. “Jangan sampai pemerintah kalah terlalu banyak,” tegasnya. Rencana pemekaran BUMD, termasuk pembentukan BUMD khusus parkir, juga sedang disiapkan.