NTTHits.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, meninjau langsung proses produksi dokudrama “Surat untuk Presiden” di SD Inpres Noelbaki, Kabupaten Kupang, Senin (28/4).
Film dokumenter yang diproduksi TVRI Jakarta bekerja sama dengan TVRI NTT ini mengangkat kisah nyata pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.
SD Inpres Noelbaki dipilih sebagai lokasi syuting karena menjadi sekolah pertama di NTT yang melaksanakan program MBG sejak 6 Januari 2025.
“Kami bersyukur sekolah kami dipercaya sebagai lokasi pengambilan gambar. Ini jadi semangat baru bagi para guru dan siswa,” ujar Kepala Sekolah Novi Riwu, yang juga menyampaikan bahwa saat ini SDI Noelbaki membina 591 siswa dan didukung oleh 27 guru.
Program MBG yang diinisiasi Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk menekan angka stunting dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Perwakilan TVRI Jakarta, Ebi Rukbi, mengatakan bahwa dokudrama ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan bentuk testimoni nyata dari lapangan. “Kami ingin publik melihat bahwa program ini punya dampak besar, dan layak diketahui langsung oleh Presiden,” jelasnya.
Baca Juga: Gubernur Melki: Kaul Kekal 11 Suster DCPB Jadi Berkat Bagi Gereja Katolik Sedunia
Ia juga menegaskan bahwa proses syuting dilakukan secara profesional, dengan lokasi tambahan di Logama dan sejumlah titik lain.
Gubernur Melki dalam sambutannya menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan MBG. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian luar biasa dari TVRI, termasuk kehadiran langsung Dirut TVRI, Iman Brotoseno, di NTT.
“Jarang ada Dirut TVRI turun langsung ke daerah. Tapi untuk program ini, beliau datang sendiri. Itu menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menyampaikan dampak positif MBG kepada masyarakat,” kata Gubernur.
Gubernur menambahkan bahwa ia terus berkeliling ke berbagai pelosok NTT untuk memantau langsung program strategis pemerintah pusat, termasuk MBG, pemeriksaan kesehatan gratis, dan program swasembada pangan.
Gubernur Baca Juga: Gubernur NTT Buka Konsultasi Publik Finalisasi Rancangan Awal RPJMD 2025-2029
“Meski ada kritik, saya lihat sendiri pelaksanaan MBG di lapangan berjalan baik. Ini bukan soal memberi makan agar kenyang, tapi memastikan gizinya cukup untuk mendukung proses belajar anak-anak kita,” tegasnya.