Gubernur NTT Dukung Promosi Musik Sasando ke Panggung Internasional

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 11:10 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama musisi Sasando. (Humas NTT)
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama musisi Sasando. (Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari seniman musisi Sasando Djitron Koriyon Pah dan desainer tenun ikat Noverda Tse, di Ruang Kerja Gubernur, Jumat (2/5/2025). Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Noldy Pelokila.

Pertemuan ini membahas pengembangan dan promosi alat musik tradisional Sasando ke kancah global, seiring persiapan partisipasi Sanggar Samutui Sasando Oebelo NTT dalam dua ajang budaya internasional: Indonesia–Finland Festival 2025 di Helsinki dan Arizona IndoFest 2025 di Mesa, Amerika Serikat.

Gubernur Melki menyampaikan komitmennya untuk mendukung penguatan ekosistem seni budaya di NTT, khususnya alat musik Sasando sebagai ikon budaya daerah.

Baca Juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena, Sekolah Harus Jadi Motor Penggerak Potensi Daerah

“Sektor pariwisata butuh ekosistem. Seniman dan musisi lokal tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk penguatan aspek pemasaran, hak kekayaan intelektual (HAKI), sponsorship, hingga promosi berkelanjutan,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan rencana menjadikan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, sebagai etalase budaya hidup. Salah satunya dengan menghadirkan penampilan musik tradisional secara rutin di area galeri UMKM.

“Kita akan jadwalkan pertunjukan musik tradisional, termasuk Sasando, dari pukul 10 pagi hingga 4 sore. Musik instrumental khas NTT ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu-tamu dari daerah lain, nasional maupun mancanegara,” tambahnya.

Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena Tinjau Syuting Dokudrama “Surat untuk Presiden” di SD Inpres Noelbaki: Apresiasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

Gubernur juga menekankan pentingnya mengintegrasikan aktivitas sanggar seni ke dalam program-program Pemda agar memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Djitron turut menjelaskan tentang variasi harga Sasando yang selama ini dinilai cukup mahal oleh masyarakat awam.

“Harga Sasando tergantung jumlah senarnya. Sasando dengan 28 senar cocok untuk pemula dan dibanderol sekitar dua juta rupiah. Sedangkan untuk musisi profesional, biasanya memakai 48 senar ke atas, dengan harga sekitar tujuh juta rupiah,” jelas Djitron.

Baca Juga: NTT Serius Garap Geothermal, Gubernur Melki: “Yang Baik Dilanjutkan, yang Bermasalah Diperbaiki atau Ditutup”

Sementara itu, Noverda Tse memperkenalkan hasil karya kreatifnya berupa sepatu anyaman dari daun lontar dan topi bermotif Ti’i Langga yang telah dimodifikasi secara artistik.

Audiensi ini menjadi penegasan semangat kolaboratif antara seniman NTT dan pemerintah daerah dalam melestarikan serta membawa kekayaan budaya lokal ke panggung dunia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X