NTTHits.com, Kupang – Komitmen Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai zona bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan satuan pendidikan, termasuk SMAN 5 Kupang.
Kepala Dinas Pendidikan NTT, Ambros Kodo menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Gubernur melalui program nyata di tingkat kabupaten dan kota.
Salah satunya dengan melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk menyusun langkah sistematis menuju zero violence.
Baca Juga: Gubernur NTT Pastikan Sekolah Jadi Zona Aman dari Kekerasan Perempuan dan Anak
"Permintaan Gubernur agar sekolah-sekolah di NTT bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak akan segera kami tindak lanjuti. Ini akan dimulai sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” jelasnya.
“Kami akan lakukan sosialisasi sejak awal kepada peserta didik baru, agar nilai-nilai perlindungan dan kesadaran terhadap kekerasan sudah tertanam sejak dini.”
Ia juga menambahkan, ke depan akan ada deklarasi dan pencanangan resmi bagi sekolah-sekolah yang sudah berhasil menciptakan lingkungan aman dan bebas kekerasan.
Baca Juga: Gubernur NTT Launching Sekolah Keberagaman di SMAN 5 Kupang
“Dengan langkah ini, kita ingin menunjukkan bahwa NTT benar-benar serius bergerak menuju nol kekerasan, dan itu dimulai dari sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo menyambut baik kebijakan ini. Ia menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah lama menerapkan prinsip sekolah ramah anak.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk benar-benar mewujudkan nol kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik secara fisik maupun seksual,” tegasnya.
Baca Juga: Pelantikan Pejabat Pemprov NTT Dijadwalkan Sebelum 100 Hari Kerja Gubernur Melki – Wagub Johni
Ia mengakui bahwa saat ini belum ada kurikulum khusus yang mengarah langsung pada isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Namun, sejumlah program seperti Pramuka dan kegiatan kerohanian dinilai cukup efektif dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa.