“Kami segera membentuk tim kerja untuk mendaratkan pikiran tersebut dan menyiapkan kurikulum sebagai acuan sekolah untuk menyiapkan peserta didik untuk mulai mencintai keunggulan potensi daerah setempat,” sebut Kadis Ambrosius.
Selain itu, pihaknya membangun kerja sama dengan TNI untuk melibatkan siswa-siswi SMA/SMK masuk kebun jagung. Sedangkan kerja sama dengan Polri untuk produksi.
Dengan arah kebijakan ini, pemerintah provinsi berharap anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi generasi konsumtif, tapi juga produktif—mengelola sumber daya lokal dan menjadi bagian dari solusi pangan nasional.***