Pedagang Es Krim di Karawang Geram soal Dugaan Oplosan Pertamax: “Dampaknya Nyata untuk Kami!”

photo author
- Rabu, 26 Februari 2025 | 18:50 WIB
Potret Pedagang Es Krim Keliling ‘Es Kita Es Krim’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Aji Setiawan (tengah). (Facebook.com / @EskitaEskrim)
Potret Pedagang Es Krim Keliling ‘Es Kita Es Krim’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Aji Setiawan (tengah). (Facebook.com / @EskitaEskrim)

NTTHits.com, Jakarta – Kasus dugaan korupsi di tubuh PT Pertamina Patra Niaga terus menuai kecaman. Kali ini, seorang pedagang es krim keliling di Karawang angkat bicara, mengaku geram dengan dampak nyata yang ia rasakan akibat skandal yang menyeret Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Riva menjadi salah satu dari 7 tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah periode 2018–2023. Kejaksaan Agung mengungkap bahwa akibat praktik ini, negara mengalami kerugian fantastis sebesar Rp193,7 triliun.

Namun bagi Aji Setiawan (37), seorang penjual es krim keliling di Cilamaya Wetan, Karawang, dampak kasus ini terasa lebih dekat—langsung menghantam pedagang kecil yang mengandalkan kendaraan untuk berjualan.

Baca Juga: Pedagang Kopi di Karawang Sindir Dugaan Oplosan Pertamax: Itu Tidak Kreatif!

“Koruptor Seenaknya Saja Bohongi Kami”

Aji yang setiap hari mengayuh rezeki dengan sepeda motor mengaku kecewa berat ketika mendengar dugaan pengoplosan BBM dari Pertamax menjadi Pertalite.

"Ini jelas berdampak bagi kami, para pedagang kecil. Untuk jalanin usaha, kami perlu kendaraan, dan kendaraan butuh BBM. Kalau harga naik dan kualitas menurun, siapa yang rugi? Kami juga,” keluhnya.

Sebagai pedagang keliling, Aji biasa mengisi BBM empat kali seminggu karena harus berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain demi mengais rezeki.

"Bayangkan, saya dalam sehari bisa ke empat sampai lima kecamatan. Kalau stok es krim habis, saya harus bolak-balik beli lagi. Kalau saya sih kuat kerja keras, tapi kendaraan saya butuh BBM, dan itu nggak murah!" tegasnya.

Baca Juga: Tepis Isu Pertamax Oplosan, Pertamina Jamin BBM di SPBU Sesuai Standar!

Dugaan Oplosan Pertamax, Bukti Nyata Mental Korupsi

Kejaksaan Agung mengungkap bahwa Riva diduga menyelewengkan spesifikasi BBM dengan membeli RON 90 (Pertalite), lalu mengoplosnya menjadi RON 92 (Pertamax) sebelum dijual ke masyarakat dengan harga lebih mahal.

Bagi Aji, kasus ini bukan sekadar skandal pejabat tinggi, tapi juga cerminan betapa korupsi sudah mengakar di Indonesia.

"Mental koruptor ini sudah terbentuk lama. Kita, generasi muda, jangan sampai ikut-ikutan. Kita harus konsisten kerja keras dan cari uang halal. Kalau nanti jadi pemimpin, jangan malah doyan uang haram,” ujarnya dengan tegas.

Baca Juga: Lima Fakta Mengejutkan Skandal Korupsi Minyak Rp193 Triliun: Dirut Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka!

“Korupsi Itu Efek Minimnya Lapangan Kerja”

Menurut Aji, kasus korupsi di Pertamina ini juga menunjukkan masalah lain yang lebih besar: minimnya lapangan pekerjaan.

"Kalau kerja sulit didapat, orang-orang akhirnya cari cuan instan. Ini yang terjadi di segala lini, termasuk kasus Pertamina ini. Bedanya, mereka main di nominal triliunan rupiah, sementara rakyat kecil cuma bisa pasrah,” kata Aji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X