“Kita tidak terlalu banyak menerima pendanaan dari WHO, tetapi WHO sendiri pasti akan terdampak,” ujar Budi pada 22 Januari 2025.
Namun, Indonesia tetap mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap koordinasi global dalam menghadapi isu kesehatan, terutama jika WHO kesulitan menjalankan program-program prioritas.
Baca Juga: Trump Utus Perwakilan untuk Timur Tengah, Indonesia Dipertimbangkan Jadi Penampung Pengungsi Gaza
Respons Global dan Tantangan Masa Depan
Keputusan ini tidak hanya mengancam stabilitas WHO, tetapi juga memunculkan kekhawatiran tentang berkurangnya solidaritas global dalam menangani krisis kesehatan.
Bagi Indonesia dan negara-negara lain, langkah AS ini menjadi pengingat pentingnya diversifikasi sumber daya untuk mendukung program kesehatan internasional. Di tengah tantangan ini, dunia kini menanti bagaimana WHO akan beradaptasi dengan kehilangan salah satu pendonor terbesarnya.
Keputusan ini juga memicu pertanyaan besar: apakah solidaritas kesehatan global dapat tetap utuh tanpa kehadiran Amerika Serikat?.***