Menteri Satryo Soemantri Bantah Tuduhan Tampar ASN, Istana Minta Penyelesaian dengan Dialog

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Selasa, 21 Januari 2025 | 18:48 WIB
Menteri Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Menteri Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.

NTTHits.com, Jakarta – Aksi protes pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengguncang perhatian publik. Dalam unjuk rasa bertajuk "Senin Hitam", para pegawai mengenakan pakaian serba hitam dan membawa spanduk serta karangan bunga sebagai simbol protes terhadap Menteri Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Pesan tajam terpampang di spanduk mereka: “Kami pegawai negara, bukan pegawai pribadi menteri dan keluarganya.” Aksi ini diorganisir oleh Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti sebagai respons atas dugaan tindakan sewenang-wenang di kementerian.

Protes tersebut dipicu oleh pemecatan sepihak seorang pegawai, Neni Herlina, yang sebelumnya menjabat sebagai Prahum Ahli Muda dan Pj. Rumah Tangga. Pemecatan Neni disebut-sebut dilakukan tanpa prosedur yang jelas, memicu kemarahan rekan-rekan kerjanya.

Baca Juga: Diprotes Anak Buahnya, Menteri Satryo Dituding Arogan: Kami ASN, Bukan Babu Keluarga!

Menteri Satryo: Tidak Ada Arogansi atau Kekerasan

Merespons tuduhan tersebut, Menteri Satryo membantah keras isu bahwa dirinya bertindak arogan, bahkan disebut menampar pegawai.

“Nggak ada, tidak benar,” tegas Satryo usai menghadiri pelantikan Rektor ITB di Bandung, Senin, 20 Januari 2025.

Menurut Satryo, protes tersebut bukanlah akibat dari tindakan kasar, melainkan terkait kebijakan mutasi besar-besaran di kementeriannya. Kebijakan ini dilakukan menyusul restrukturisasi kementerian setelah pemisahan Kemendikti menjadi tiga bagian, sesuai arahan presiden untuk efisiensi anggaran.

“Kita sedang melakukan upaya mutasi besar-besaran untuk menata ulang organisasi. Karena kementerian dipecah menjadi tiga, kami perlu banyak orang, dan ini amanat presiden untuk hemat anggaran,” jelasnya.

Baca Juga: Menteri UMKM RI: AO PNM adalah Garda Terdepan Ekonomi Bangsa

Satryo juga menganggap aksi ini sebagai upaya pendemo untuk menarik perhatian publik.
“Pendemo kan cari sesuatu yang menarik. Intinya, kita sedang bersih-bersih,” tambahnya.

Istana: Utamakan Dialog, Jaga Kepala Dingin

Sementara itu, Istana Kepresidenan turut angkat bicara. Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menekankan pentingnya dialog untuk menyelesaikan konflik ini.

“Sejauh ini, kami yakin masalah ini dapat diselesaikan melalui dialog dari hati ke hati dan dengan kepala dingin,” ungkap Hasan, Senin, 20 Januari 2025.

Ia juga menyatakan bahwa Istana menunggu hasil dialog internal yang tengah diupayakan di Kemendikti Saintek sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kita tunggu saja hasil dialog yang akan dilakukan di internal kementerian,” tutupnya.

Baca Juga: Wakil Menteri BUMN: Modernisasi Bantu Pemberdayaan Nasabah PNM Lebih Optimal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X