NTTHits.com, Kupang – Polemik mencuat setelah pengumuman rekrutmen jabatan Komisaris Bank NTT menuai kritik dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes Derosari, menyesalkan langkah manajemen Bank NTT yang dinilai terburu-buru, mengabaikan kesepakatan sebelumnya untuk menunggu pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur baru.
“Saya kaget baca berita itu. Dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, kami sudah meminta agar seluruh proses rekrutmen jabatan di Bank NTT dihentikan sementara. Kenapa ini tetap dilanjutkan? Ada apa sebenarnya?” tegas Derosari, Kamis (16/1/2025).
Desakan Penghentian Proses Rekrutmen
Komisi III DPRD NTT yang bermitra dengan Bank NTT meminta manajemen untuk menghentikan seluruh proses rekrutmen jabatan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Derosari menilai langkah ini penting karena gubernur merupakan pemegang saham pengendali di Bank NTT.
“Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tinggal beberapa minggu lagi. Sebaiknya kita menunggu mereka, mengingat modal utama BUMD ini berasal dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Bank NTT Cetak Sejarah di 2024: Transformasi Digital dan Dukungan UMKM Jadi Sorotan
Melki Laka Lena Tegaskan Tidak Ada Persetujuan
Gubernur NTT terpilih, Melki Laka Lena, juga mengkritisi pengumuman rekrutmen tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada persetujuan dari pihaknya terkait proses perpanjangan rekrutmen.
“Saya dan Pak Johni sudah sepakat bahwa semua pengisian jabatan di BUMD dan Pemda akan diproses setelah pelantikan kami. Saya tidak tahu-menahu soal pengumuman rekrutmen ini,” ujar Melki, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga: Mantan Dirut Soroti Kebocoran Putusan MA Terkait Gugatan ke Bank NTT
Melki menambahkan, setelah resmi dilantik, ia akan mengevaluasi seluruh langkah yang telah diambil oleh manajemen Bank NTT. “Kami ingin memastikan pengisian jabatan dilakukan secara transparan dan profesional, sesuai dengan visi kami untuk membangun NTT yang lebih baik,” tegasnya.
Perpanjangan Rekrutmen yang Kontroversial
Sebelumnya, Bank NTT mengumumkan perpanjangan pendaftaran untuk sejumlah jabatan strategis, seperti Komisaris Utama, Komisaris Independen, dan Direktur Utama. Periode pendaftaran awal berlangsung pada 19–25 November dan 26 November–3 Desember 2024, kemudian diperpanjang pada 31 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025.
Namun, langkah ini dianggap tidak sesuai dengan rekomendasi tim transisi gubernur terpilih, yang meminta seluruh proses rekrutmen jabatan di lingkup Pemda NTT, termasuk di BUMD, ditunda hingga pelantikan gubernur baru.
Baca Juga: Kepala OJK NTT Sarankan Kurangi Politik di Bank NTT, Utamakan Profesionalisme