"Sebaliknya, jika kita tidak bisa menggunakan alat itu dengan baik, maka kita akan kalah," tambahnya.
Kelebihan Manusia: Tidak Harus Mengingat Segalanya
Meski AI unggul dalam hal ingatan, Stella menekankan bahwa manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki teknologi, yaitu kemampuan untuk melupakan.
"Manusia tidak perlu mengingat segalanya. Bahkan, melupakan hal-hal yang tidak penting atau tidak baik justru menjadi kelebihan kita," ujarnya.
Ia juga mengaitkan ini dengan pandangan dari ilmu psikologi, di mana individu yang mengalami depresi cenderung memiliki ingatan lebih akurat dibandingkan orang normal, yang bisa menjadi beban mental.
"Mengingat segala hal, seperti yang dilakukan teknologi, bukanlah hal yang selalu baik. Itulah kelebihan manusia: kita bisa memilih apa yang perlu kita ingat dan apa yang tidak," tandasnya.
Teknologi untuk Masa Depan: Bukan Ancaman, tetapi Peluang
Stella melihat perkembangan teknologi, termasuk AI, sebagai peluang besar untuk meningkatkan produktivitas manusia. Ia mendorong masyarakat untuk belajar memanfaatkan teknologi sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan sebagai ancaman.
"Teknologi adalah alat untuk membuat hidup kita lebih baik. Dengan pemanfaatan yang tepat, kita tidak hanya akan bertahan, tetapi juga akan berkembang," pungkasnya.
Baca Juga: Fantastis! Shin Tae-yong Terima Pesangon Rp88 Miliar Usai Dipecat PSSI
Pesan untuk Generasi Muda
Stella Christie mengingatkan pentingnya pendidikan dan literasi teknologi, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan untuk memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak adalah kunci untuk bersaing di masa depan.
"Masyarakat, terutama generasi muda, harus melihat teknologi sebagai peluang, bukan ancaman. Mari belajar dan memanfaatkan teknologi dengan cerdas agar kita tetap menjadi pemenang di era digital ini," tutupnya.
Pesan Stella Christie menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak takut pada perkembangan teknologi, melainkan menjadikannya sebagai alat untuk memperkuat daya saing manusia. ***