NTTHits.com, Atambua - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Seven A. Ata Palla, S.H, dengan tegas memerintah wartawan NTTHits.com menghapus beberapa terbitan berita yang ada kaitannya dengan dugaan Pelanggaran Administrasi dan Pidana, salah satu Calon Kepala Daerah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2024.
Tidak diketahui alasan pasti Yohanes memerintahkan Wartawan menghapus berita Kasus yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat yang sedang berproses.
Namun beberapa kali, dengan nada keras memerintahkan untuk segera menghapus berita yang menyebutkan namanya sebagai Ketua KPU Belu dan nama salah satu Calon Kepala Daerah yang dilaporkan ke Bawaslu.
"Hapus berita itu sekarang. Hapus! Hapus sekarang, cepat hapus. Mau hapus atau tidak", teriak Yohanes saat menelpon wartawan NTTHits.com belum lama ini.
Ketika ditanyai duduk permasalahannya, ia mengatakan merasa tidak pernah diwawancarai wartawan. Yang sempat terhubung telpon seluler beberapa waktu lalu, katanya lagi adalah omongan lepas darinya karena tidak menyangka akan diberitakan.
Namun sebelumnya, melalui pesan WhatsApp telah disampaikan permohonan ijin menelpon untuk diwawancarai sekaligus perkenalan dari wartawan dengan mencantumkan nama media untuk kepentingan pemberitaan.
Pesan yang dikirimpun telah dibaca dan dibalas Yohanes dengan menyampaikan permohonan maaf karena baru membaca pesan yang dikirimkan ke nomornya.
"Maaf, sedang di jalan tadi dari rumah menuju kantor", balasnya.
Singkat kata, Ketua KPU Belu akhirnya berhasil diwawancarai dan bersedia menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.
Namun setelahnya Yohanes panik dan mengaku terganggu dengan komentar segelintir orang terkait pemberitaan hasil wawancara dengannya yang menyebutkan nama jelas salah satu Paslon.
"Ini semua orang omong saya Ketua KPU sebagai penyelenggara tapi keluarkan statemen menyebut nama orang bukan Paslon. Harusnya adik sebut nama Paslon saja. Saya tidak pernah sebut nama Terlapor yakni Vicente. kalau adik sebut nama Vicente apakah adik tahu persis ada rekomendasi ke KPU yang terlapornya adalah Vicente", tanya balik Ketua KPU Belu ke wartawan.
Padahal, sebelumnya,
hasil konfirmasi terkait laporan dugaan Maladministrasi, Ketua KPU sendiri mengakui rekomendasi dari Bawaslu sudah diterima.