Ronivon mengaku, ketika mengatakan demikian, ia sangat tahu posisinya sebagai wakil bupati, bukan berbicara dalam keadaan mabuk.
“Saya tadi katakan saya datang bukan untuk mengganggu (APBD, red) yang sudah ada, tetapi datang untuk membawa lagi sehingga pembangunannya lebih cepat di Kabupaten ini,” tandasnya.
Ia memastikan, ada banyak hal yang dapat ia bawa ke daerah TTU, termasuk ke wilayah Biboki Tanpah dan ia sudah membuktikan pernyataannya di banyak kabupaten di NTT, karena ikut membangun di semua kabupaten.
Ronivon menyarankan kepada masyarakat peserta yang hadir pada kesempatan itu untuk bertanya tentang rekam jejaknya dalam karya Pembangunan di Wali Kota dan Bupati-Bupati di NTT.
“Ini bapak mama punya calon Wakil Bupati bukan kaleng-kaleng bos! Saya datang ke sini ke tempat ini untuk ‘belanja masalah’. Tinggal kembalikan ke bapak dan mama mau ‘belanja saya’ atau tidak?” tanya Ronivon disambut jawaban ‘belanja!’ seluruh peserta Kampanye yang hadir.
Baca Juga: BPK NTT Mulai Periksa Kinerja Pengelolaan Keuangan APBD Pemkot Kupang
“Kalau mau belanja saya, maka saya pastikan tanggal 27 November 2024 kita akan menang,” sambungnya yakin.
Ia juga berjanji, kalau desa Oekopa menangkan suara tertinggi perolehan suara Paket JUANG di semua desa dalam wilayah TTU, di Pilkada 27 November 2024 mendatang, maka dipastikan Desa Hauteas akan menjadi Desa yang pertama mendapatkan gaji pertama Wakil Bupati TTU (gajinya, red).
“Saya pastikan lagi tidak akan ambil gaji saya jika saya menjadi Wakil Bupati nanti” tandasnya. (*)