NTTHits.com, Jakarta – Marselino Ferdinan, bintang muda Timnas Indonesia, akhirnya mencatatkan debut perdananya bersama Oxford United dalam laga Piala FA melawan Exeter City, Sabtu (11/1). Meski hanya bermain selama 8 menit, gelandang berbakat ini berhasil mencuri perhatian, baik di dalam lapangan maupun di media sosial.
Laga yang digelar di James Park Stadium tersebut berakhir dengan kekalahan Oxford United 1-3, menghentikan langkah klub Marselino di kompetisi bergengsi ini. Namun, debut Marselino tetap menjadi sorotan, terlebih setelah ia mendapat kartu kuning di menit ke-95.
Kesabaran Berbuah Debut
Marselino akhirnya turun ke lapangan pada menit ke-89, menggantikan gelandang Siriki Dembele. Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pemain 20 tahun itu sejak bergabung dengan Oxford United pada Agustus 2024.
Kendati laga berakhir kurang manis bagi Oxford United, Marselino tetap mendapatkan apresiasi dari klubnya. Dalam unggahan Instagram resmi @oufcofficial, Oxford United memberikan selamat atas debut sang pemain.
“Marselino melakoni debutnya untuk Oxford United di ajang Piala FA, selamat Lino!” tulis akun tersebut, disertai emoji tepuk tangan.
Marselino juga membagikan rasa syukurnya melalui akun pribadinya @marselinoferdinan10. “Sabar dan semangat,” tulisnya, mengisyaratkan tekad untuk terus berkembang di klub Divisi Championship Inggris tersebut.
Kartu Kuning di Laga Perdana: Bandel Seperti Pratama Arhan?
Debut Marselino diwarnai insiden kartu kuning pada menit ke-95, menjadikannya sorotan publik. Kejadian ini mengingatkan para penggemar pada debut Pratama Arhan di Suwon FC, Korea Selatan, pada Mei 2024 lalu.
Kala itu, Arhan juga membuat gebrakan kontroversial dengan menerima kartu merah hanya beberapa menit setelah turun bermain. Pemain berusia 22 tahun itu dikenai sanksi langsung oleh wasit setelah melakukan tekel keras terhadap lawan.
Meski demikian, baik Marselino maupun Arhan sama-sama menunjukkan semangat juang tinggi di laga debut mereka. Apresiasi tetap mengalir dari para pendukung, menilai aksi mereka sebagai bagian dari proses adaptasi di kompetisi luar negeri.