NTTHits.com – Presiden Donald Trump kembali membuat gebrakan! Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan pensiun dini dengan pesangon setara delapan bulan gaji bagi dua juta pegawai negeri sipil (PNS) federal yang bersedia mengundurkan diri.
Langkah ini diumumkan pada Selasa (28/1/2025) sebagai bagian dari strategi besar Trump untuk merampingkan birokrasi dan menghemat anggaran negara.
"Kami ingin tenaga kerja yang lebih ramping dan fleksibel," bunyi pernyataan dalam email resmi yang dikirimkan kepada para pegawai federal, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan France 24 pada Rabu (29/1/2025).
Baca Juga: Trump Hentikan Bantuan Medis, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Melonjak Drastis!
Menariknya, pegawai yang menerima tawaran ini tetap akan digaji hingga 30 September, meskipun tidak lagi memiliki tugas aktif atau tanggung jawab penuh.
Namun, mereka hanya memiliki waktu hingga 6 Februari untuk memutuskan, cukup dengan membalas email pemerintah dengan satu kata: "mengundurkan diri."
Siapa yang Bisa Mengikuti Program Ini?
Penawaran pensiun dini ini berlaku untuk sebagian besar pegawai federal, kecuali mereka yang bekerja di bidang keamanan nasional, imigrasi, dan Layanan Pos AS.
Saat ini, terdapat sekitar 2,3 juta pegawai negeri sipil di AS (di luar pegawai Layanan Pos), dan mayoritas bekerja di bidang keamanan, kesehatan veteran, pertanian, hingga administrasi pemerintahan.
Baca Juga: Warga Gaza Tolak Keras Usulan Trump untuk Relokasi, Mereka yang Pergi Tidak Pernah Kembali
Menurut sumber internal, pemerintahan Trump ingin mengurangi jumlah pegawai sipil guna menyesuaikan lembaga pemerintah dengan prioritas politiknya.
PNS yang memilih untuk tetap bertahan berisiko menghadapi restrukturisasi atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa bulan ke depan.
"Kami tidak bisa menjamin posisi atau lembaga tempat Anda bekerja akan tetap ada. Tetapi jika posisi Anda dihapus, Anda akan diperlakukan dengan bermartabat," tulis memo tersebut.
Baca Juga: Donald Trump Kunjungi Lokasi Kebakaran LA, Bertemu Gubernur Newsom, “Kita Akan Memperbaikinya”
Trump Pangkas Birokrasi, Hemat Rp1.621 Triliun!
Salah satu alasan utama kebijakan ini adalah penghematan besar-besaran bagi anggaran pemerintah.
Pejabat senior Gedung Putih memperkirakan bahwa jika 5-10% pegawai federal mengundurkan diri, AS dapat menghemat hingga USD 100 miliar (setara Rp1.621 triliun dengan asumsi kurs Rp16.214 per USD).