Cekcok dengan Terduga Pelaku: Awal Konflik Mematikan
Menurut keterangan istrinya, Ade Andriani, hubungan Sandy dengan terduga pelaku mulai memburuk setelah cekcok dalam rapat warga terkait kebiasaan pelaku mengonsumsi minuman keras.
“Waktu rapat, suami saya menegur dia soal kebiasaan minum. Dari situ kelihatannya dia mulai tidak suka,” ujar Ade kepada polisi.
Ade juga mengungkap bahwa terduga pelaku dikenal tertutup, jarang berbaur, dan kerap dijuluki warga sebagai Limbad karena rambut gimbalnya yang khas.
Baca Juga: Johni Asadoma Tinjau Program Makan Siang Gratis di SD Rehobot dan SD Puluthie Oebelo
Tetangga: "Orangnya Bertato, Rambut Gimbal, dan Pernah Tinggal Bersebelahan dengan Sandy"
Warga setempat, Bambang Prayitno (56), memberikan gambaran lebih jelas soal terduga pelaku.
“Dia bertato, rambutnya gimbal, dan pernah tinggal berdampingan dengan rumah Sandy. Orangnya tertutup dan jarang ngobrol dengan tetangga,” ujar Bambang.
Bambang juga mengungkap bahwa pelaku berprofesi sebagai kru film. Meski pindah rumah, pelaku masih tinggal di satu kompleks dengan Sandy, hanya berbeda gang.
Baca Juga: Penetapkan Tersangka dan Penahanan Valerianus Obe Dinilai Tanpa Alat Bukti Yang Cukup
Keluarga Hancur: “Kami Hanya Ingin Keadilan”
Istri Sandy tak kuasa menahan air mata saat mengenang suaminya yang pergi dengan cara tragis.
“Saya hanya ingin keadilan. Suami saya tidak pantas diperlakukan seperti ini,” ujar Ade lirih.
Polisi kini telah mengantongi identitas terduga pelaku dan melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif di balik pembunuhan ini.***