NTTHits.com, Kupang – Wakil Gubernur NTT terpilih, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan program makan siang gratis di dua sekolah di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (15/1/2025).
Dua sekolah tersebut, SD Kristen Rehobot dan SD Inpres Puluthie, menjadi penerima manfaat program makan siang gratis yang dilaksanakan oleh Yayasan Novitu bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan untuk memastikan gizi siswa terpenuhi guna mendukung proses belajar mereka.
Johni tiba di lokasi saat kotak-kotak berisi menu bergizi—nasi, tempe, daging ayam, sayur, dan salak—telah dibagikan kepada para siswa. Kehadirannya disambut langsung oleh Kepala SD Kristen Rehobot, Mariajina Soares, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru.
Baca Juga: Penetapkan Tersangka dan Penahanan Valerianus Obe Dinilai Tanpa Alat Bukti Yang Cukup
Pola Pelaksanaan Makan Siang Gratis
Mariajina menjelaskan bahwa ada tiga skema pelaksanaan makan siang gratis, yakni dari pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pihak ketiga seperti Yayasan Novitu. Yayasan ini bertugas menyediakan makanan, fasilitas dapur, hingga distribusi ke sekolah.
"Dapur mulai memasak pukul 2 dini hari, dengan 47 pekerja lokal yang diawasi oleh tiga ahli dari BGN. Bahan makanan dipasok dari pasar sekitar, sesuai standar ahli gizi," ungkap Mariajina.
Saat ini, dapur Yayasan Novitu melayani total 3.500 siswa di berbagai sekolah. Mariajina juga menambahkan bahwa gramasi makanan untuk siswa SD kelas 1-3 dan 4-6 berbeda, menyesuaikan kebutuhan gizi mereka.
Baca Juga: BNPB Dorong Penguatan Infrastruktur untuk Penanganan Bencana di Indonesia
Dari SD Rehobot, Johni melanjutkan kunjungannya ke SD Inpres Puluthie, di mana ia disambut Kepala Sekolah, Maat Labati, S.Pd. Pelaksanaan di sekolah ini berjalan dengan menu dan sistem yang sama.
Dukungan Fasilitas Belajar
Tidak hanya meninjau makan siang gratis, Johni juga memberikan perhatian pada kebutuhan pendidikan. Di SMA Plus Kristen Rehobot, ia berkomitmen menyumbangkan 37 kamus Bahasa Inggris, speaker, dan infokus untuk mendukung proses pembelajaran.
"Saya berharap dengan tambahan fasilitas ini, siswa dapat lebih termotivasi meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Tiga bulan ke depan, kami akan mengevaluasi perkembangan mereka," ujar Johni.
Baca Juga: Gunung Ibu Naik Status ‘Awas’, Warga Maluku Utara Diimbau Siaga Penuh
Kepala SMA Rehobot, Shelmiani Y. E. Lassi, S.Pd., M.Sc., mengimbau siswa agar semakin giat belajar dan disiplin, mengingat dukungan fasilitas ini adalah kesempatan untuk memajukan prestasi mereka.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap peningkatan gizi dan mutu pendidikan di NTT, menjadikan program seperti makan siang gratis dan penyediaan fasilitas belajar sebagai langkah strategis menuju generasi unggul.***