Anak-anak, terutama balita.
Lansia di atas 65 tahun.
Penderita penyakit kronis, seperti asma, PPOK, atau diabetes.
Individu dengan imunitas rendah, seperti penderita HIV, pasien kemoterapi, atau mereka dengan gangguan autoimun.
"Virus HMPV memang bukan virus baru, tetapi risiko terhadap kelompok-kelompok ini semakin meningkat seiring menurunnya imunitas mereka," jelas Prof. Erlina.
Baca Juga: HUT PDIP ke-52 Tahun, DPC Kota Kupang Nyatakan Sikap Pilih Megawati Sebagai Ketum Lagi
Solusi: Edukasi Bahaya Merokok dan Pencegahan Infeksi
Prof. Erlina menekankan pentingnya sosialisasi masif tentang bahaya merokok, terutama dalam kaitannya dengan risiko infeksi virus seperti HMPV.
"Perokok berat termasuk kelompok yang rentan. Sosialisasi tentang risiko kesehatan ini harus diperkuat agar masyarakat sadar pentingnya berhenti merokok," katanya.
Baca Juga: Manusia vs Teknologi: Wamen Dikti Stella Christie Dorong Pemanfaatan AI agar Tidak Kalah Telak
Langkah preventif lainnya juga disarankan:
Mengadopsi pola hidup sehat.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Mengonsumsi makanan bergizi untuk memperkuat imunitas tubuh.
"Dengan mengurangi kebiasaan merokok dan menjalani hidup sehat, kita bisa melindungi diri dari risiko virus HMPV dan ancaman penyakit lainnya," tutup Prof. Erlina.