Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iien Adriany, menyoroti bahwa NTT memiliki angka stunting tertinggi kedua di Indonesia, sehingga Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terintegrasi (GKP2ST) menjadi upaya yang menyasar para remaja, calon pengantin, hingga anak-anak balita, terutama dengan intervensi sebelum usia dua tahun.
"NTT memiliki angka stunting tertinggi kedua di Indonesia, sehingga GKP2ST menjadi upaya yang menyasar para remaja, calon pengantin, hingga anak-anak balita,"kata Adriany.
Baca Juga: Pemkot Kupang Dukung Perhelatan Kantong Manise Inisiasi BI NTT
GKP2ST juga bertujuan untuk memperbaiki pola asuh dan pemanfaatan pangan lokal dalam meningkatkan gizi anak. (*)