NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan sebanyak 95persen dari total jumlah anak usia 0-7 tahun sebanyak 74.641 pada putaran pertama Pekan Imunisasi Nasional (PIN) mendapatkan layanan vaksin Polio.
"Target kita minimal 95persen anak di Kota Kupang diimunisasi agar tercapai herd imunity terhadap penyakit Polio,"kata Pj Wali Kota Kupang, Fahren Funay, Rabu, 24 Juli 2024.
Menurut dia, Polio atau lumpuh layu disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen yang patut diwaspadai. Meskipun Indonesia telah berhasil menerima sertifikat bebas polio pada tahun 2014 lalu, langkah preventif perlu dilakukan, mengingat di beberapa daerah sudah ditemukan kembali kasus Polio.
Karena itu, tambah Fahren, seluruh stakeholder, lembaga lintas agama, sekolah-sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat diajak untuk terlibat dan berkontribusi mensukseskan PIN polio di Kota Kupang yang dimulai serentak sejak tanggal 23 Juli 2024 di pos-pos pelayanan imunisasi baik di puskesmas, posyandu maupun sekolah, agar anaknya terhindar dari polio.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Kemarau, BNPB Siapkan Langkah Pencegahan Kekeringan dan Karhutla di Jawa Tengah
"Kepada seluruh masyarakat khususnya orang tua manfaatkan kesempatan PIN polio ini untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit polio serta pastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap dan tepat waktu,"tambah Fahren.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Drg. Retnowati, mengatakan, Kota Kupang bersama 27 provinsi lainnya, saat ini melaksanakan PIN Polio sesuai dengan rekomendasi WHO. virus Polio merupakan ancaman serius yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.
Virus Polio masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan bersumber dari air atau makanan yang telah terkontaminasi dengan tinja dari orang yang terinfeksi. Gejala awal Polio meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan leher, dan nyeri di tungkai, yang biasanya muncul 7 sampai 10 hari setelah terinfeksi. Namun, gejala ini juga bisa muncul dalam rentang waktu 4-35 hari.
PIN Polio serentak dilakukan setelah adanya kasus luar biasa polio di Provinsi Aceh pada November 2022 yang diakibatkan oleh poliovirus tipe 2. Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, sehingga status kejadian luar biasa Polio ini belum dicabut.
Sementara itu, cakupan imunisasi rutin di Kota Kupang dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan peningkatan, namun masih ada banyak anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sesuai usia.
Baca Juga: Imbas Pungli di Pelabuhan Balauring, Oknum Petugas Dimutasi Ke KSOP Lewoleba
"Mari semua warga masyarakat kota Kupang mendukung kegiatan PIN Polio 2024 agar semua anak usia 0-7tahun di kota kupang bisa menjadi generasi yang sehat, cerdas dan unggul dalam menggapai masa depan,"tutup Retnowati