NTTHits.com, Kupang - Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), anak - anak Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) meminta delapan hal yang harus diperhatikan oleh gereja.
Delapan poin tersebut disampaikan dalam suara anak GMIT yang dibacakan oleh perwakilan forum anak, Kesya dan Kenny, Selasa, 23 Juli 2024.
Adapun 8 poin suara anak GMIT yakni, mendukung pertumbuhan rohani, dalam hal ini gereja harus memberikan pengajaran agama yang relevan dan sesuai dengan usia anak-anak, agar dapat tumbuh dalam iman dan memiliki hubungan yang takut akan Tuhan.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Kemarau, BNPB Siapkan Langkah Pencegahan Kekeringan dan Karhutla di Jawa Tengah
Lingkungan yang aman dan ramah anak, Gereja harus menciptakan lingkungan yang aman, ramah bahkan inklusi bagi anak anak, sehingga anak dapat merasa diterima dan dihargai.
Pendidikan moral dan etika, gereja bertanggung jawab penuh untuk mengajarkan nilai nilai moral dan etika, membantu anak memahami perbedaan apa yang benar dan apa yang salah.
Terlibat dalam pelayanan, gereja dapat mendorong partisipasi aktif anak anak dalam pelayanan kegiatan dan kebaktian, sesuai dengan usia anak sehingga anak merasa memiliki peran penting dalam komiinitas gereja.
Dukungan keluarga, gereja dapat memberi dukungan kepada keluarga dalam mendidik anak anak dengan menyediakan bimbingan sumber daya dan program yang relevan.
Kreativiatas dan keterlibatan, Gereja bisa mengembangkan program program kreatif yang menarik dan melibatkan anak anak, agar anak merasa senang dan antusias dalam belajar dan berpartisipasi.
Kasih dan penghargaan, gereja harus menunjukkan kasih dan penghargaan pada anak anak sebagai individu yang berharga dimata Tuhan dan komunitas gereja. Pendampingan dan bimbingan, gereja dapat memberikan pendampingan dan bimbingan bagi anak-anak rentan tantangan dan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari hari.
Pokok-Pokok Eklesiologi (PPE) GMIT telah memberi pendasaran teologis yang sangat kuat, bahwa dalam melaksanakan misi-Nya, GMIT sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera, terpanggil untuk terlibat secara aktif dalam mewujudkan dan menjamin terpenuhinya hak-hak anak dalam pelayanan, serta memberikan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi.
Baca Juga: Imbas Pungli di Pelabuhan Balauring, Oknum Petugas Dimutasi Ke KSOP Lewoleba
PPE GMIT juga meletakan dasar teologis bahwa GMIT terpanggil untuk memperlengkapi seluruh anggota jemaatnya, tanpa terkecuali, terlibat aktif dalam melaksanakan amanat kerasulan gereja melalui Panca Pelayanan GMIT, yaitu : Koinonia (Persekutuan), Marturia (Kesaksian), Diakonia (Pelayanan Kasih), Liturgia (ibadah) dan Oikonomia (Penatalayanan). Sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,