Puluhan Tenun Ikat Sikka Dipamerkan di Indonesia Fashion Week

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 13 Februari 2023 | 20:24 WIB
Ibu -ibu Pengrajin Tenun Ikat Sikka
Ibu -ibu Pengrajin Tenun Ikat Sikka

NTTHits.com, Jakarta - Koleksi tenun hasil kerajinan 90 masyarakat adat tenun ikat Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan dipamerkan dalam gelaran Indonesia Fashion Week di Jakarta Convention Center (JCC), tanggal 22-26 Februari 2023.

"Koleksi Tenun Ikat Sikka akan dipamerkan dalam gelaran Indonesia Fashion Week di Jakarta Convention Center, Senayan, pada 22-26 Februari 2023,"kata Direktur Pendopo, Tasya Widya Krisnadi, Senin, 13 Pebruari 2023. 

Menurut dia, Pendopo, merek usaha Kawan Lama Group yang menjadi rumah bagi para UMKM lokal dan telah bekerjasama dengan lebih dari 200 UKM di seluruh nusantara yang hadir di bawah naungan PT ACE Hardware Indonesia Tbk, berkolaborasi dengan LSM, pemerintah daerah, dan desainer lokal melakukan program pendampingan masyarakat adat tenun ikat Sikka di Kabupaten Sikka, NTT.

Baca Juga: Opini: Kritik, Pintu Masuk Menuju Habituasi Kultur Kerja Baru

Program pendampingan yang diadakan sejak bulan September 2021 hingga Oktober 2022 lalu, telah menjangkau lebih dari 90 penenun dari 4 kelompok tenun, yaitu kelompok tenun Tati Nahing, kelompok tenun Na’ni House, kelompok tenun Bliran Sina, dan kelompok tenun Watubo.

Hasilnya kemudian dikolaborasikan dengan desainer lokal ternama untuk dipasarkan melalui Pendopo di lt. 2, Living World Alam Sutera, Tangerang Selatan, dan  e-commerce resmi Kawan Lama Group, ruparupa.com.

Selain meningkatkan perekonomian penenun hingga 122%, Pendopo juga menerbitkan sebuah modul sebagai panduan standarisasi tenun dan bahan pembelajaran bagi penenun baru sebagai wujud komitmen Pendopo dalam pelestarian budaya Indonesia.

Baca Juga: Ferdi Sambo Divonis Hukuman Mati

“Pendopo hadir sebagai sebuah ekosistem pendorong pengembangan produk lokal dan pelestarian budaya Indonesia melalui tiga fokus utama, yaitu pengembangan produk, kolaborasi dengan para pengrajin, pemerintah, maupun desainer lokal, lalu memperkenalkannya pada publik melalui pengalaman ritel kami. Salah satu wujudnya adalah program pendampingan dan pelatihan di Sikka yang kami lakukan.”tambah Tasya Widya Krisnadi.

Orimus Osias, salah seorang peserta pendampingan dari kelompok Bliran Sina, mengatakan bahwa pelatihan - pelatihan melestarikan budaya lokal dengan pewarna alami menjadi suatu pencerahan agar hasil tersebut dapat dinikmati orang banyak di luark Sikka, temasuk manajemen keuangan memberi pengetahuan baru dalam memasarkan produk sekaligus mengatur keuangan.

“Kami merasa senang karena Pendopo mengadakan pelatihan-pelatihan, terutama tentang manajemen keuangan. Kami juga merasa sangat terbantu sekali, karena selain membantu perekonomian keluarga, kami juga dapat melestarikan budaya kami dengan membuat kain tenun dengan pewarna alam, namun masih dengan motif-motif tradisional, sehingga bisa dinikmati bahkan oleh orang-orang di luar Sikka.”kata Osias.

Baca Juga: Dwina Fannia, Selebgram NTT Pertama yang Dapat Centang Biru Instagram 

Tenun ikat Sikka sendiri adalah salah satu kekayaan budaya nusantara yang berasal dari Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dibuat dengan teknik pewarnaan ikat dan proses menenun yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan, warisan wastra ini terus dipertahankan karena bernilai filosofis dan estetika tinggi. Tenun ikat sikka juga telah terdaftar sebagai salah satu indikasi geografis yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Maret 2017 lalu.

Sejak awal program pendampingan ditemukan bahwa masih banyak potensi baik dari produk tenun maupun SDM penenun yang bisa dikembangkan. Untuk itu, Pendopo bekerjasama dengan sebuah yayasan dan pemerintah daerah mengadakan 29 kali program pelatihan dan pendampingan secara berkala dalam rentang waktu Desember 2021 hingga September 2022. Materi yang diberikan termasuk pelatihan SDM (termasuk regenerasi penenun), penyusunan laporan keuangan, manajemen produksi dan penerimaan pesanan, hingga pembuatan demplot (metode penyuluhan) pewarnaan alam (re-planting). Selain Pendopo juga memberikan workshop ekonomi kreatif untuk menggali potensi, menghadirkan inovasi, dan mengeksplorasi produk turunan dari tenun ikat Sikka sesuai dengan selera masa kini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X