NTTHits.com, Kupang - Maraknya informasi yang beredar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait kasus penculikan anak di lingkungan sekolah lewat berbagai pesan, video maupun foto secara berantai pada media sosial dan grup -grup whatsapp, ada beberapa hal yang perlu diajarkan pada anak agar mereka waspada dan tidak jadi korban penculikan.
"Menindaklanjuti kegelisahan masyarakat, terutama orangtua, maka tidak ada salahnya anak-anak juga diajarkan cara untuk berjaga-jaga dan waspada,"kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Kupang, Clementina Soengkono, Senin, 6 Pebruari 2023.
Baca Juga: Polsek Oebobo Kupang Amankan Wanita Terduga Penculikan Anak
Adapun beberapa tips yang perlu diajarkan pada anak agar terhindar dari kejahatan ini, yakni, ajarkan anak untuk tidak menerima ajakan atau jangan pergi dengan orang asing atau tak dikenal meskipun ditawari sesuatu yang menyenangkan.
Ingatkan anak tentang informasi penting seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telpon ayah atau ibu, agar sewaktu-waktu dapat menginformasikan pada seseorang yang bertanggungjawab seperti satpam sekolah atau polisi.
Ajari anak untuk berani bertindak, saat seseorang membawa paksa sepulang sekolah, anak - anak perlu tahu bagaimana cara bertindak. ajari anak bahwa berteriak lebih baik seperti "tolong hubungi polisi, "selamatkan aku" daripada tidak sama sekali.
Baca Juga: Edaran Waspada Penculikan di Kota Kupang , Dumul : Saya Mohon Maaf
Anak -anak juga harus diajari tanda -tanda bahaya, terlebih ketika mereka harus pulang sekolah sendirian, tersesat atau seseorang membujuk kesuatu tempat, ajarkan mereka menemukan orang dewasa seperti polisi, satpam, karyawan dengan tanda pengenal atau ibu-ibu yang membawa anak.
Ajarkan anak agar selalu berkomunikasi, menceritakan apapun itu baik disekolah maupun lingkungan pergaulan, yakinkan anak untuk menjadikan orangtua sebagai teman, tempat curhat dan tempat keluh kesah anak.
Baca Juga: Belum Ada Laporan Kasus Penculikan Anak di Wilayah Hukum Polda NTT
"Orangtua dan guru, perlu saling koordinasi aktif membentuk grup komunikasi, agar dapat memantau anak disaat-saat seperti jam istirahat dan jam pulang sekolah,"tutup Seongkono.