Pemkot Kupang Ubah Ribuan Lahan Kosong Jadi Kebun

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Sabtu, 14 Januari 2023 | 08:05 WIB
Pemkot Kupang dan Undana dalam kolaborasi Urban  Farming  (Lidia Radjah)
Pemkot Kupang dan Undana dalam kolaborasi Urban Farming (Lidia Radjah)

NTTHits.com Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengagas inovasi Urban Farming atau pemanfaatan lahan kosong di perkotaan menjadi kebun, dengan menanami aneka jenis tanaman holtikultura dan budidaya tanaman sayur khas NTT.

Gagasan inovatif urban farming semata bertujuan menjaga ketahahan pangan dalam mengatasi persoalan gizi buruk serta pengendalian inflasi, sekaligus peluang memberdayakan ekonomi warga yang memiliki lahan kosong.

Konsep Urban Farming juga menjadi salah satu upaya, melestarikan ruang kota jadi kawasan hijau sekaligus meminimalisir polusi di tengah kota.

Baca Juga: Puluhan PTT Pemkot Kupang Diberhentikan

“Metode ini akan menjadi pola pendekatan pembangunan, kami berharap agar akademisi dengan seluruh kekuatannya, terlibat dalam program urban farming yang nantinya di replikasi oleh kabupaten lain di NTT,” kata Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, saat pertemuan kerjasama dengan perguruan tinggi, Sabtu, 14 Januari 2023.

Kurang lebih 1000 hektare (ha) lahan kosong, milik pemkot Kupang, swasta maupun perorangan akan digarap, untuk di tanami Marungga atau daun Kelor, tanaman sayuran khas NTT dan Sorgum biji-bijian sereal yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

Adapula aneka tanaman holtikultura seperti cabai, bawang dan tomat yang menjadi komoditi yang selalu mengalami perubahan harga sehingga pemicu terjadinya inflasi di NTT.

Baca Juga: Cuaca Ekstrim di Kota Kupang, Puluhan Rumah Warga Rusak

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Max Sanam, mengatakan,sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam tagline “Undana Berdampak”, kemitraan berkolaborasi tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dan para dosen, ikut bersama mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut dia, implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, selama ini masih dilakukan secara parsial dan tidak terintegrasi. Dengan adanya kemitraan dan komitmen berkolaborasi bersama diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan dan menyusun strategi yang fokus pada  pokok persoalan.

"Lewat kerja sama ini, mengidentifikasi persoalan dengan strategi, fokus pada pokok persoalannya, berkontribusi untuk bersama mencari solusi, semoga membawa kemajuan yang signifikan bagi Kota Kupang,"kata Sanam.

Baca Juga: Tiga OPD di Kota Kupang Dapat Predikat Kantor Terkotor

Dalam kolaborasi dan kerjasama tersebut, akademisi turut berperan melakukan pemetaan terkait persoalan ketahanan pangan, sebagai bentuk penanganan kasus gizi buruk atau stunting di kota Kupang.

Ikut berkontribusi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengelolaan lingkungan termasuk manajemen dan pengolahan sampah. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X