Pemkot Kupang Komit Dorong Kampanye STBM-GESI Berketahanan Iklim

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Rabu, 29 Maret 2023 | 19:50 WIB
Pj.Wali Kota Kupang, George Hadjoh
Pj.Wali Kota Kupang, George Hadjoh

NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkomitmen mendorong pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat terkait Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (STBM-GESI) yang berketahanan iklim di wiilayahnya.

Kota Kupang menjadi salah satu wilayah sasaran program kampanye kolaboratif bertajuk “STBM-GESI yang Berketahanan Iklim” sebagai bagian dari Water for Woman (WfW), program Plan Indonesia yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Manggarai sejak tahun 2018.

Baca Juga: Warga Menilai Perda Pemkot Kupang Tentang Sampah Tidak Bertaring

"Pemkot Kupang berkomitmen mendorong pembangunan STBM-GESI yang berketahanan iklim dan siap berkolaborasi dengan semua elemen untuk mengedukasi masyarakat melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga untuk memitigasi dampak krisis iklim,"kata Pj.Wali Kota Kupang, George Hadjoh, Rabu, 29 Maret 2023.

Menurut dia, untuk mendorong pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat terkait Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial yang berketahanan iklim di Kota Kupang, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Butuh dukungan dari semua pihak, seperti tokoh agama, pemuda, perguruan tinggi, termasuk external agency seperti Yayasan Plan Internasional Indonesia.

Baca Juga: 17 Ribu Warga Miskin di Kota Kupang Bakal Terima Bantuan Beras Selama Tiga Bulan

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada Plan Indonesia yang sudah berkenan menjadikan Kota Kupang sebagai sasaran program ini,"tambah George.

Manajer Area Program Yayasan Plan International Indonesia, Samuel Apsalon Niap, mengatakan, setelah mengantarkan Kabupaten Manggarai mencapai 100% bebas BAB sembarangan, kini Water for Women (WfW) masuk ke Kota Kupang dengan target pembentukan STBM-GESI yang berketahanan iklim.

Baca Juga: Jadi Destinasi Baru Wisata Kuliner Permanen, Ruas Jalan Palapa Kupang Ditutup Malam Hari

Kelompok rentan, lansia  dan penyandang disabilitas adalah warga yang paling terdampak krisis iklim, kekeringan yang berkepanjangan di NTT dapat menghambat kehidupan kelompok termasuk dalam mengakses air bersih maupun sanitasi yang aman.

"Menghadapi krisis iklim, perencanaan pembangunan air dan sanitasi serta kebersihan harus mempertimbangkan inklusivitas dan ketangguhan warganya,"kata Samuel. 

Baca Juga: Bulog NTT Tawarkan Ribuan Paket Pangan Ketupat Selama Bulan Ramadhan

Implementasi program ini akan dimulai dengan mendorong akselerasi pencapaian pilar 2 STBM di Kota Kupang, yaitu 100% fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Perwakilan Ketua Pokja  Air Minum dan Penyehatan Lingkungan  (AMPL) NTT, Taurussanty Padang, menyampaikan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi, yaitu sistem dan proporsi penganggaran pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X