Komitmen Perkuat Tata Kelola Pengunjung, Badan Otorita dan Pemkab Mabar Fokus Atur Persebaran Wisatawan di Labuan Bajo

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Senin, 7 Juli 2025 | 10:15 WIB
Badan otorita dan Pemkab Manggarai jalin kerjasama tata kelola pariwisata. (Istimewa)
Badan otorita dan Pemkab Manggarai jalin kerjasama tata kelola pariwisata. (Istimewa)

NTTHits.com, Labuan Bajo Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Tata Kelola Pengunjung di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo” pada Sabtu siang (5/7/2025), bertempat di Zasgo Hotel, Labuan Bajo.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan bertujuan membahas strategi manajemen pengunjung sebagai langkah penting dalam mewujudkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo Flores.

Sorotan Nasional, Tantangan Lokal

Dalam keynote speech-nya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menyatakan bahwa Labuan Bajo telah menjadi sorotan nasional sebagai destinasi unggulan. Namun, ia menekankan pentingnya strategi penyebaran wisatawan ke luar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) demi mencegah terjadinya konsentrasi berlebih (over-concentration) yang dapat mengarah pada over-tourism.

Baca Juga: Pertama di NTT, Imigrasi Labuan Bajo Terapkan Ekonomi Sirkular Dalam Layanan Pemerintahan

"Isu jumlah kunjungan sudah cukup baik. Kini saatnya kita bicara soal tata kelola pengunjung. Kita harus dorong persebaran wisatawan agar tidak hanya terfokus di dalam TNK, tetapi juga menjangkau daratan utama (mainland) Labuan Bajo dan sekitarnya," ujar Hariyanto.

Ia menambahkan, sebanyak 18% wisatawan kini telah mengunjungi wilayah di luar TNK, sementara 82% masih terkonsentrasi di dalamnya. Karena itu, Kemenparekraf telah menerbitkan panduan visitor management untuk mengantisipasi risiko penumpukan wisatawan seperti yang saat ini mulai terjadi di Bali.

Pemkab Mabar: Perlu Target Kunjungan yang Spesifik di Mainland

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, yang membuka FGD, menekankan bahwa tantangan terbesar adalah mendorong peningkatan kunjungan ke luar kawasan TNK.

Baca Juga: Polairud Polda NTT Ungkap Dua Kasus Destructive Fishing 2025: 100 Detonator Diamankan di Labuan Bajo

"Proporsi kunjungan saat ini tidak merata. Hanya 18% wisatawan mengunjungi wilayah di luar TNK, padahal kawasan darat juga punya potensi besar. Ini tantangan kita semua untuk membuat target kinerja yang lebih spesifik dan terukur," tegas Frans.

Frans juga menggarisbawahi pergeseran tren kunjungan pasca-pandemi. Jika sebelumnya dominasi wisatawan lokal cukup tinggi, saat ini 67% wisatawan yang datang justru merupakan wisatawan asing.

Baca Juga: Polisi Sidak SPBUN Labuan Bajo, Bongkar Dugaan Solar Subsidi Disalahgunakan Oknum Warga

Paparan Praktis dan Strategi Kolaboratif

FGD ini juga menghadirkan berbagai narasumber ahli, antara lain:

  • Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, yang menekankan pentingnya sistem respon cepat dan crisis management di destinasi.
  • Benarivo Triadi Putra, Co-Founder & CEO Atourin, yang memaparkan pemanfaatan teknologi digital dan pelibatan komunitas lokal dalam penguatan manajemen pengunjung.

Langkah Konkret BPOLBF: Infrastruktur, Zona Wisata, hingga Pertunjukan Budaya

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF sekaligus Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Wilayah II Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, menutup FGD dengan menyampaikan beberapa poin penting sebagai tindak lanjut konkret:

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Lakukan Uji Sampel Quality dan Quantity di Seluruh SPBU Labuan Bajo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X