Menuju Swasembada Pangan: NTT Targetkan Surplus Beras pada 2026, Sinergi Komoditi Padi dan Jagung Jadi Kunci

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:59 WIB
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda

NTTHits.com, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah memacu langkah menuju swasembada pangan, sebagai bagian dari implementasi visi besar nasional Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran serta Dasa Cita Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Salah satu fokus utamanya adalah penguatan produksi padi dan jagung sebagai komoditas utama dalam menciptakan ketahanan pangan di wilayah kepulauan ini.

Defisit Beras Capai 239 Ribu Ton

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengungkapkan bahwa menurut data BPS tahun 2024, luas panen padi di NTT mencapai 168.727 hektare, dari potensi luas baku sawah sebesar 176.693 hektare.

Baca Juga: NTT Alami Defisit Beras 200 Ribu Ton per Tahun, Pemerintah Genjot Kolaborasi Atasi Krisis Pangan

Produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 707.793 ton, atau setara dengan 414.576 ton beras. Angka ini masih defisit 239.224 ton, mengingat kebutuhan beras tahunan NTT mencapai 653.800 ton.

“Kondisi ini mendorong kami untuk menyusun strategi menyeluruh demi mencapai swasembada pangan, khususnya beras,” ujar Joaz.

Baca Juga: Penerapan Praktik Baik Budidaya Pertanian dan Panen Raya Bukti Nyata Komitmen GNPIP NTT

Tiga Strategi Utama: Intensifikasi, Ekstensifikasi, Diversifikasi

Untuk menutup defisit dan menuju surplus, Joaz memaparkan tiga pendekatan utama:

  1. Intensifikasi

    • Meningkatkan indeks pertanaman padi dari 1 kali tanam menjadi 2–3 kali tanam per tahun.
    • Optimalisasi jaringan irigasi sesuai Inpres No.1 Tahun 2025.
    • Modernisasi pertanian lewat alsintan, benih unggul, pengawalan penyuluh, dan penguatan kapasitas petani.
  2. Ekstensifikasi

    • Perluasan areal tanam melalui cetak sawah rakyat dan pemanfaatan lahan kering atau tumpangsari di perkebunan untuk padi gogo.
  3. Diversifikasi

    • Mendorong pengembangan pangan lokal sebagai alternatif beras, demi menciptakan pola konsumsi beragam dan sehat.

Baca Juga: Berkunjung ke SMAN 1 Bajawa, Gubernur NTT Dorong Anak Muda Urus Pertanian dan Laut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X