Pemerintah Genjot Kolaborasi Atasi Krisis Pangan

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 15:11 WIB
Plt Kadis Pertanian NTT, Umbu Joaz. (Screenshot Jose)
Plt Kadis Pertanian NTT, Umbu Joaz. (Screenshot Jose)

NTTHits.com, Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menghadapi tantangan serius dalam ketahanan pangan. Data menunjukkan bahwa wilayah ini mengalami defisit beras sekitar 200 ribu ton per tahun.

Kondisi ini menjadi sorotan dalam kegiatan Coffee Morning dan Media Gathering bertajuk “Kolaborasi Membangun NTT: Media sebagai Mitra Pembangunan Menyatukan Narasi dalam Semangat Ayo Bangun NTT yang digelar pada Sabtu (10/5/2025).

Joaz Bily Oemboe Wanda, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, mengungkapkan bahwa meski produksi beras di NTT mencapai antara 700 hingga 800 ribu ton per tahun, angka ini masih jauh dari potensi maksimal.

Baca Juga: Penerapan Praktik Baik Budidaya Pertanian dan Panen Raya Bukti Nyata Komitmen GNPIP NTT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan tanam saat ini mencapai 88 ribu hektare, namun belum didukung sepenuhnya oleh infrastruktur yang memadai.

“Kekurangan ini terutama karena keterbatasan jaringan irigasi. Kami terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Dinas PUPR untuk mengatasi kendala tersebut,” jelas Joaz.

Ia menekankan bahwa perbaikan irigasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menuju swasembada pangan di NTT. Ia juga menggarisbawahi bahwa pasokan pupuk saat ini bukan menjadi masalah utama, karena sudah ditangani oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Kupang Siap Jadi Kota Modern Berbasis Komunitas: Fokus Sampah, Pertanian dan Ekspor Tenaga Kerja

Koordinasi Baru dan Keterlibatan TNI-Polri

Joaz menyampaikan bahwa pada tahun 2026 akan terjadi perubahan signifikan dalam tata kelola pertanian, dengan penarikan penyuluh pertanian ke bawah kendali pemerintah pusat. Ini akan menciptakan pola koordinasi baru yang perlu segera diantisipasi.

Menariknya, upaya penguatan sektor pertanian di NTT juga akan melibatkan TNI dan Polri.

“Polri akan fokus pada pengembangan padi, sedangkan TNI akan menggarap sektor jagung. Ini merupakan bentuk konkret kolaborasi lintas lembaga dalam membangun kedaulatan pangan,” tegas Joaz.

Baca Juga: Berkunjung ke SMAN 1 Bajawa, Gubernur NTT Dorong Anak Muda Urus Pertanian dan Laut

Ia juga menambahkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pertanian NTT sangat besar, terbukti dari dua kali kunjungan langsung Menteri Pertanian RI ke wilayah tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X