Dari jumlah tersebut, ada delapan bahasa yang digunakan. Bahasa Indonesia menduduki posisi teratas dengan penggunaan mencapai 2.314 tanda atau bacaan. Disusul bahasa Inggris sebanyak 763 tanda atau bacaan.
"Dari hasil wawancara dengan sejumlah orang di lokus penelitian bisa digambarkan bahwa bahasa Indonesia sudah menjadi sarana komunikasi yang dominan di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Kondisi itu menunjukkan hubungan kekerabatan dan warisan budaya yang kuat di antara kedua negara", jelas Budi.
Menurutnya, bahasa perlu ditulis sehingga mudah dilihat dan dibaca.
“Bahasa perlu dituliskan agar dapat dilihat, bukan hanya didengar dan diucapkan sehingga ciri khas yang menunjukkan identitas lokal dapat diketahui masyarakat luas yang melintas di wilayah perbatasan", katanya.
Baca Juga: Disebut Sebagai Panglima Perang Emi Nomleni Daftar Bacagub NTT ke PDIP
Selain itu, lanjutnya, dalam penelitian sebelumnya ditemukan penggunaan bahasa daerah. Tetapi, jumlahnya sangat sedikit. Temuan menarik lainnya adalah penggunaan dwibahasa antara Indonesia dan Inggris.
Penggunaan multibahasa itu banyak ditemukan pada promosi barang dan jasa. Dijelaskan Budi, kesamaan latar belakang bahasa, budaya, dan hubungan kekerabatan masyarakat di perbatasan kedua negara menjadi alasan utama dominasi bahasa Indonesia di sana.
Bahkan dominasi bahasa Indonesia di sana lebih kuat dibandingakan bahasa Portu dan bahasa Tetun yang merupakan bahasa resmi Timor Leste. (*)