BPDAS Benain Noelmina Tanam Seribu Anakan Mangrove di Teluk Kupang

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 25 April 2024 | 14:48 WIB
BPDAS Benain Noelmina tanam seribu mangrove
BPDAS Benain Noelmina tanam seribu mangrove

NTTHits.com, Kupang - BPDAS Benain Noelmina, Kamis, 25 April 2024 menanam seribu anakan mangrove di Kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Oebelo.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya memimpin serangkaian acara penanaman mangrove di seluruh Indonesia sebagai bagian dari perayaan HUT Harian Rakyat Merdeka ke-25 yang dilaksanakan di 23 provinsi di Indonesia.

Di NTT, kegiatan ini diwakili oleh Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Pengembangan Persemaian Modern, Ir. Hudoyo, M.M.

Baca Juga: Mantan Kaban Keuangan Setda NTT, Zaka Moruk Daftar Balon Bupati Belu ke Partai Hanura

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bulan kelima bersama dilakukannya Penanaman
serentak se-Indonesia, dalam keseluruhan rangkaian penanaman serentak selama musim penghujan yang telah dilaksanakan sebelumnya yakni pada 30 Desember 2023 di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Oelsonbai dengan jumlah bibit sebanyak 1.000 batang.

14 Januari 2024 di Areal 48 Lanud El Tari sebanyak 750 batang, 7 Februari 2024
dan 7 Maret 2024 yang masing-masing berjumlah 1.000 batang di lokasi yang sama.

Pada penanaman serentak ini, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
menanam 1.000 bibit Bakau/Mangrove (Rhizophora, sp) pada areal seluas 0,6 Ha yang didampingi Penjabat Gubernur NTT, Ayhodia Kalake beserta 500 peserta lainnya.

Kepala BPDAS Benain Noelmina, Dolfus Tuames mengatakan aksi ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, serta upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon/tanaman juga meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya kegiatan penanaman pohon, sekaligus merupakan wujud dari komitmen yang selalu disampaikan pada berbagai forum global Indonesia yakni untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Baca Juga: DPO Curanmor asal Polsek Takari Dibekuk Buser Polres Belu di Halilulik

"Perlu dipahami bahwa keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim. Selain itu, lanjutnya, sebagai langkah positif restorasi dan melindungi lingkungan," kata Dolfus.

Hal ini, katanya, tidak hanya memberikan manfaat bagi bumi, tetapi juga menciptakan warisan untuk generasi mendatang. Dan pada banyak hal juga dapat mengenerate income.

Masyarakat atasi iklim dengan tanam pohon dan upaya pelestarian harus juga sejalan dengan upaya membangun kesejahteraan masyarakat.

Indonesia dengan areal hutan tropis terbesar ke-3 di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global. Khusus untuk ekosistem mangrove, Indonesia memiliki 23% mangrove dunia, seluas 3,36 juta hektar.

Kawasan mangrove di NTT sendiri tersebar diseluruh Kabupaten/Kota seluas 23.020,33 Ha. Kawasan mangrove yang ada terbagi atas Kelas Kerapatan Jarang (763,48 Ha), Sedang (1.529,56 Ha) dan Lebat (20.727,28 Ha).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X