Bantuan Kemanusiaan Pemerintah Indonesia ke Palestina Tiba di Mesir

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 5 April 2024 | 09:59 WIB
BNPB bertemu Pemerintah Mesir di Mesir
BNPB bertemu Pemerintah Mesir di Mesir

Sementara itu perwakilan Kementerian Kesehatan Mesir mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah mendukung upaya negaranya untuk membantu warga Palestina.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Indonesia yang telah mendukung kami, khususnya dalam hal obat-obatan dan alat kesehatan, untuk merawat dan menangani warga Palestina yang menjadi korban konflik," jelasnya.

Baca Juga: Pukuli Warga Oknum Petinggi Polda NTT Dipolisikan

Tinjau Langsung Pasien Korban Konflik Palestina

Usai menyerahkan bantuan, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kepala BNPB itu juga melakukan kunjungan dan tinjauan ke Nasser Institute Hospital for Research and Treatment. Dalam tinjauan tersebut, delegasi melihat langsung bagaimana kondisi pasien dan perawatan yang diberikan oleh rumah sakit.

Salah satu pasien anak yang ditemui delegasi Indonesia bernama Abdullah. Dirinya sempat dinyatakan kritis hingga akhirnya dapat diselamatkan setelah dilakukan tindakan open reduction and external fixation (operasi pemasangan plate atau pen di tulang) pada tungkai bawah sebelah kiri di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp400 Miliar di Bali Nusra

Kepala BNPB sebagai ketua delegasi juga berkesempatan memberikan langsung bantuan berupa logistik kepada pasien-pasien tersebut.

Suharyanto mengapresiasi Pemerintah Mesir yang telah dengan baik melakukan penanganan dan merawat pasien-pasien korban konflik di Palestina.

"Tadi kita sudah diajak untuk melihat langsung bagaimana kondisi warga Palestina yang dirawat di rumah sakit ini. Kita bisa lihat bahwa penanganan pasien sudah berjalan dengan sangat baik, banyak korban yang bisa sembuh setelah dirawat di rumah sakit ini," jelas Suharyanto.

Rumah sakit Nasser Institut sendiri sudah menerima sebanyak 97 pasien warga Palestina sejak dibukanya perbatasan pada 1 November 2023 lalu. Hingga hari ini, masih terdapat 36 pasien yang dirawat dengan kasus yang beragam.

Baca Juga: Beri Dana Santunan dan Seribu Paket Sembako, Pemkot Puji Program Berbagi Ramadhan PT Pelindo Kupang

Kepala Rumah Sakit Nasser Institute, dr. Mahmoud Saied mengatakan kasus pasien yang paling banyak ditangani adalah kasus orthepedic yang diakibatkan serangan bom. Dirinya merasa, Rumah Sakit Nasser sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Pemerintah Indonesia ini.

"Kami selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Mesir terkait dengan kebutuhan penanganan korban konflik di Palestina. Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia ini, sekali lagi terima kasih atas kebaikannya,"tutup Saied. (*)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X