924 Jemaat GMIT Ebenhaezer Kupang Hadiri Kebaktian Subuh Minggu Paskah

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Minggu, 31 Maret 2024 | 08:40 WIB
Kebaktian Subuh Minggu Paskah GMIT Ebenheazer Oeba
Kebaktian Subuh Minggu Paskah GMIT Ebenheazer Oeba

NTTHits.com, Kupang - Sebanyak 924 jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebenhaezer Oeba Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadiri kebaktian subuh Minggu Paskah, Minggu, 31 Maret 2024.

Kebaktian subuh Minggu Paskah diawali dengan arak-arakan obor dari setiap rayon jemaat yang dimulai sejak pukul 04.00 wita menuju Gedung Gereja Ebenhaezer Oeba, dan kebaktian dimulai pukul 05.00 wita.

Baca Juga: Ramadhan Riding dan Charity 2024 Bersama MyPertamina Motor Club NTT

924 jemaat yang turut mengambil bagian dalam kebaktian subuh Minggu Paskah terdiri dari laki - laki sebanyak 298 orang dan perempuan 626 orang.

Dalam khotbah kebaktian yang dipimpin oleh pelayan firman Tuhan, Pdt.Yanse S.Tefa - Billi, S.Th diawali sabda penuntun hidup yang terambil dari Kitab Roma 6:13 yang berbunyi "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran

Ia yang tersalib dan mati, membawa manusia lama kita turut tersalib dan mati bersamaNya, hidup saudara dan saya dibebaskan dari dosa dalam peristiwa Golgota, Kuasa Allah berkelanjutan dalam peristiwa kebangkitanNya, kebangkitanNya menggerakkan setiap kita menjadi pelaku pelaku kebenaran dalam kehendak Tuhan.

Baca Juga: Kebaktian Perayaan Jumat Agung di Kupang Berlangsung Khidmat

Sementara bacaan Firman dari Kitab Roma 6:1-14 "Mati dan Bangkit dengan Kristus" Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan?  Bolehkah kita bertekun dalam dosa , supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosabagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 

Baca Juga: Opini : Ombudsman Beri Rapor Merah Pendidikan di NTT

Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosaJadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa ,satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosatetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus

Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Belu Raih Peringkat Tertinggi Penilaian Kepatuhan Layanan Publik Ombudsman 2023

Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X