Kebaktian Perayaan Jumat Agung di Kupang Berlangsung Khidmat

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 29 Maret 2024 | 17:59 WIB
Drama singkat di Kebaktian Jumat Agung GMIT Ebenheazer Oeba Kupang
Drama singkat di Kebaktian Jumat Agung GMIT Ebenheazer Oeba Kupang

NTTHits.com, Kupang - Kebaktian perayaan Jumat Agung di Gereja Ebenheazer Oeba Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memperingati wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota berlangsung khidmat.

Ibadah yang dipimpin Pdt. Flora Welvart - Manafe, S.Th berlangsung pukul 08.30 Wita diikuti ratusan jemaat dari rayon 1-33 dan jemaat tamu, diawali dengan drama singkat perjalanan Yesus memikul salib hingga mati di salibkan di Bukit Golgota.

Baca Juga: Opini : Ombudsman Beri Rapor Merah Pendidikan di NTT

Jumat yang Agung adalah peristiwa penyelamatan Allah melalui Via Dolorosa yang menjadi bukti pengorbanan anak domba Allah untuk menyelamatkan manusia.

Jalan Via Dolorosa saat di Yerusalem, seorang tak berdosa disalibkan, dicaci, dan dihina diteriaki kematianNya, Dia disiksa dan didera, dicambuk ditubuhNya, mahkota duri pada kepalaNya dipikulNya salib melangkah menuju Kalvari 

Jalan Via Dolorosa jalan penderitaan, Yesus Kristus domba Allah disalibkan, Dia memilih di Salib bukti kasih pada manusia, karena kita, Dia serahkan diriNya di Kalvari, darahNya mengalir membasuh dosa kita, membuka jalan kepada Allah.

Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Belu Raih Peringkat Tertinggi Penilaian Kepatuhan Layanan Publik Ombudsman 2023

Dalam Khotbah Jumat Agung, bacaan Kitab Suci sebagai nats pembimbing diambil dari injil Lukas pasal 23 :46 yang berbunyi "Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring, Ya Bapa kedalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu, dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawaNya"

Disalib itu Yesus merenggang nyawanya, karena kasinhNya yang begitu besar bagi kita, tetapi bukankah seringkali, kita selalu melukai hati Tuhan karena dosa-dosa kita.

Baca Juga: Momen RAFI 2024, Telkomsel Berbagi Harapan dan Perkuat Semangat Kebersamaan Raih Keberkahan

Diakhir khotbah ibadah Jumat Agung, dikatakan jangan pernah sebagai orang percaya sia-siakan anugrah keselamatan yang mahal, harga yang dibayar Yesus itu nyawaNya, tidak ada keselamatan diluar Kristus, semua dipanggil untuk arahkan iman hanya kepada Yesus Kristus, tidak diijinkan untuk berpaling pada yang lain, berusahalah untuk hidup dalam percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X