GMIT Tegas dan Menolak LGBT, Yandi Manobe " Jangan Legalkan Yang Salah Menurut Ajaran Alkitab"

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 12 Oktober 2023 | 20:55 WIB
Pendeta GMIT, Yandry Manobe
Pendeta GMIT, Yandry Manobe

NTTHits.com, Kupang - Salah satu pendeta Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yandi Manobe dengan tegas dan menolak adanya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dengan konteks orientasi seksual.

"Saya orang yang paling menolak LGBT, sampai saat ini gereja masih menikahkan satu laki-laki dan peremuan dan tidak setuju dengan LGBT, mau upaya apapun tidak bisa, "kata Pdt.Yandi, Kamis, 12 Oktober 2023.

Baca Juga: Pondasi Tiang Pancang Jembatan Liliba Mulai Dikerjakan, Pemkot Kupang - BPJN Gelar Doa Bersama

Menurut dia, LGBT seringkali menunggangi isu humanis yang dipakai untuk melegalkan segala sesuatu yang salah menurut ajaran, seperti manusia itu bebas, padahal pokok ajaran seharusnya bersumber dari Alkitab.

Namun dari segi pendekatan, belum ada satu gerejapun yang menggunakan kekerasan, pengabaian pada kaum LGBT, meski kita tidak setuju tindakannya tetapi orangnya kita rangkul bahkan banyak yang aktif didalam gereja, namun jangan dipaksakan untuk legalkan dengan pertimbangan humanis.

Gereja yang mengetahui kecenderungan orientasi seksual LGBT, maka pastoral gereja menjadi penting, serta gereja harus meninggalkan mimbar, berjumpa dengan semua orang jika hanya berbicara diatas mimbar maka tidak mampu merangkul jemaat, karena pendeta identik dengan jemaat, berarti pendeta urusannya jemaat secara lembaga dan secara personal, pendeta harus masuk semua ruang - ruang, bahwa banyak urusan dunia diluar gereja, karena tugas pendeta untuk mengatakan apa yang boleh dan apa yang tidak sesuai ajaran Alkitab.

Baca Juga: Duplikasi Jembatan Kembar Liliba Kupang Masuk Tahap Pondasi Tiang Bore Pile

"Gereja bertanggungjawab memberi budaya baru, ketika orang-orang membiarkan semua berjalan begitu, supaya kita tetap kawal dia dalam tataran ajaran Alkitab,"tambah Yandri.

Masuk dalam bursa salah satu calon atau kandidat Ketua Sinode GMIT, Pdt.Yandri Manobe berharap dengan visi misi yang sudah ada, siapapun yang terpilih harus memiliki komitmen untuk berada ditempat itu dengan berbagai talenta dan karunia Tuhan, karena semua orang menjadi penting untuk membangun pelayanan.

Baca Juga: Kejati NTT Sita Uang Rp1 Miliar dari Tersangka Dugaan Korupsi Persemaian Modern

"Sadar bahwa siapapun menjadi ketua Sinode dia tidak lebih pintar dari yang lain, menjadi ketua Sinode itu sebenarnya kepercayaan, maka berbicara tentang gereja kita belajar memberi telinga, mata, kesempatan kepada orang lain untuk menjadi penting untuk gereja dan pembangunan masyarakat,"tutup Yandri. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X