JAKARTA, NTTHITS - Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat akan dijadikan sebagai bahan introspeksi bagi seluruh jajaran Polri.
Demikain disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi), Dr Edi Hasibuan, setelah skenario besar Ferdy Sambo Cs terbongkar.
Baca Juga: Biodata dan Profil Vera Simanjuntak, Kekasih Hati Almarhum Brigadir Yosua
Menurutnya, peristiwa pembunuhan yang menyeret sejumlah nama, termasuk mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo, harus dijadikan bahan evaluasi.
"Karena peristiwa itu mendapat sorotan publik. Kami ajak agar jadikan kasus ini sebagai bahan introspeksi buat seluruh jajaran polri, sehingga tidak ada lagi perkara serupa di masa mendatang," ujar Edi Hasibuan, Sabtu 13 Agustus 2022.
Baca Juga: Janjikan Uang Rp1 Miliar, Ferdy Sambo Minta Bharada E Rahasiakan Kematian Brigadir J
Terbongkarnya skenario Sambo, Edi mengajak seluruh jajaran Polri untuk semakin kompak, serta mendukung penuh kebijakan Kapolri Jendral Polisi Lisyo Sigit Prabowo demi Polri semakin baik.
“Kami ajak seluruh jajaran Polri meningkatkan kinerja, pelayanan dan profesionalisme di tengah masyarakat. Insya Allah, Polri akan semakin baik dan dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: LPSK Mengaku Disodor Dua Amlop Tebal Titipan dari Bapak
Edi meyakini, bahwa tidak ada perlawanan kubu Ferdy Sambo, setelah jenderal bintang dua ini menjadi tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan terancam dengan hukuman mati atas perbuatannya.
“Justru, seluruh jajaran Polri solid. Hasil pemantauan kami, seluruh anggota Polri yang jumlahnya sekitar 470 ribu sangat solid mendukung Kapolri,” terangnya.
Baca Juga: Tidak Ada Pelecehan Istri Sambo, Ini Posisi Brigadir J Sebelum Dieksekusi
Dengan demikian, Edi berharap, agar Polri segera menyelesaikan kasus Ferdy Sambo sampai tuntas dan menindak seluruh anggota yang terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.***