NTTHits.com, Kefamenanu - Janji besar Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Falentinus Kebo, menguliahkan 2.000 Calon Mahasiswa (Cama) asal TTU terus menuai sorotan publik.
Jika berhasil, ia layak disebut sebagai bupati berprestasi yang mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan daerah.
Namun, jika gagal, ia berisiko dicap dan sebaiknya ganti nama sebagai pemimpin “namoe" (istilah bahasa Dawan yang berarti omong kosong).
Pernyataan tajam ini disampaikan Plt. Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kabupaten TTU, Dyonisius F. B. R. Opat, SH, dalam rilis tertulis yang diterima awak media, Kamis, 9 Oktober 2025.
“Jika Bupati mampu kuliahkan 2.000 anak TTU tanpa bergantung pada APBD dan KIP Kuliah, maka patut kita acungkan jempol. Tapi kalau gagal, publik berhak menilai dan mengingatnya sebagai bupati namoeh,” ujarnya tegas.
Fakta di lapangan katanya, menunjukkan bahwa hingga kini baru 15 mahasiswa yang terakomodir melalui jalur reguler beasiswa KIP Kuliah, dan tidak satu pun di antaranya berasal dari TTU.
Padahal, jumlah pendaftar asal TTU yang lolos seleksi administrasi mencapai 988 orang.
“Biaya kuliah, kos dan makan - minum mereka masih ditanggung orang tua masing-masing. Jadi, pertanyaannya dari mana sumber dana untuk membiayai 1.985 mahasiswa lainnya?” tanyanya.
Ia juga mengingatkan, program KIP Kuliah sudah dihentikan (cut off) sejak 30 September 2025, sementara APBD TTU 2025 tidak mengalokasikan dana kuliah gratis.
“Apakah mau pinjam dari pihak ketiga? Atau dari Bank NTT? Mari realistis. Jangan memberikan harapan yang terlalu tinggi kepada masyarakat, apalagi jika pemerintah sendiri belum punya kepastian sumber dananya,” tegas Dyonisius.
Meski begitu, ia mengakui bahwa niat Bupati Falen untuk membantu anak - anak TTU berkuliah merupakan langkah positif dan patut didukung.
Hanya saja, ia berharap agar Pemkab tidak mengumbar janji yang berpotensi mengecewakan rakyatnya sendiri.