- Tidak ada peringatan yang jelas sebelum tembakan dilepaskan.
- Mereka tidak membawa senjata tajam atau melakukan perlawanan.
- APMM langsung menembaki kapal mereka tanpa alasan yang jelas.
Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan pelanggaran HAM dan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat Malaysia terhadap pekerja migran Indonesia.
Baca Juga: Korban Penembakan WNI di Malaysia, Satu Orang Masih Belum Teridentifikasi
14 Saksi APMM Diperiksa, Petugas Penembak Dibebastugaskan
Penyelidikan atas kasus ini masih berlangsung, dengan 14 petugas APMM sudah diperiksa oleh Kepolisian Selangor.
"Petugas yang terlibat, termasuk mereka yang menggunakan senjata api, akan dipanggil untuk interogasi lebih lanjut," ujar Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, seperti dikutip dari Malay Mail.
Selain itu, APMM mengonfirmasi bahwa petugas yang melakukan penembakan telah dibebastugaskan sementara untuk kepentingan investigasi.
Baca Juga: Malaysia Tahan WNI Terkait Penembakan 5 Warga Indonesia di Selangor
Indonesia Desak Transparansi, Malaysia Diminta Bertanggung Jawab!
Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa Malaysia harus melakukan investigasi yang transparan dan menjamin keadilan bagi para korban.***